Senin, 4 Mei 2026

Kota Malang

Fenomena Parkir Liar di Kawasan Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Kota Malang

Fenomena parkir liar di kawasan Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Malang masih menjadi sorotan.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Frida Anjani
SURYAMALANG/BENNI INDO
PARKIR LIAR - Sepeda motor melintas di Jalan Basuki Rahmat atau Koridor Kayutangan, Kota Malang. Masih banyak kendaraan roda dua yang parkir sembarangan sehingga ditindak petugas. 

Ringkasan Berita:
  • Parkir liar di Kayutangan Heritage Jalan Basuki Rahmat Malang menimbulkan masalah bagi pengunjung dan pedagang. 
  • Banyak kendaraan roda dua diamankan Dishub karena melanggar aturan parkir di tepi jalan. 
  • Warga berharap pemerintah menata kawasan secara komprehensif, termasuk solusi bagi juru parkir dan pedagang kaki lima.

 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Penertiban parkir di kawasan Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan Heritage) sering dilihat oleh Junaidi, seorang pedagang kopi yang sudah bertahun-tahun berjualan di kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa beberapa pelanggannya bahkan harus berurusan dengan petugas akibat parkir di area terlarang.

“Ada pelanggan saya yang ditindak dan motornya dibawa ke kantor Dishub Kota Malang. Katanya ada orang yang mengarahkan untuk parkir di pinggir jalan, jadi dia ikut saja,” ujar Junaidi, Selasa (17/2/2026).

Ia menilai bahwa keberadaan gedung parkir sebenarnya menjadi solusi ideal untuk menciptakan kawasan Kayutangan yang rapi dan tertata.

Namun ia juga meminta pemerintah memikirkan nasib para juru parkir yang sebelumnya mencari nafkah di sisi kanan Jalan Basuki Rahmat.

“Gedung parkir itu bagus, tapi bagaimana nasib juru parkir yang dulu bekerja di lapangan? Mereka juga butuh penghidupan,” katanya.

Junaidi juga menyoroti maraknya pedagang kaki lima yang berjualan tidak tertib, terutama di sekitar jembatan Kayutangan dan bundaran Chairil Anwar.

Menurutnya, kerumunan PKL membuat pembeli cenderung berhenti mendadak dan parkir sembarangan di pinggir jalan.

“PKL banyak berkumpul di dekat jembatan dan bundaran. Orang yang mau beli ya langsung parkir di dekat PKL, akhirnya kena razia,” jelasnya.

PKL Menganggu Keindahan

Selain persoalan parkir, Junaidi menilai keberadaan PKL liar juga mengurangi estetika kawasan. I

a menyebut jumlah pengunjung yang biasanya berfoto di bundaran Chairil Anwar kini menurun drastis.

“Dulu bundaran Chairil Anwar itu titik favorit untuk foto. Sekarang sudah jarang karena pemandangannya kurang bagus. Jasa fotografi juga hampir tidak terlihat lagi,” ujarnya.

Para pedagang berharap pemerintah segera menata kawasan Kayutangan secara lebih komprehensif, tidak hanya menertibkan parkir tetapi juga memastikan keberadaan PKL dan juru parkir mendapatkan solusi yang adil dan berkelanjutan.

10 Kendaraan Parkir Liar Diamankan

Diberitakan sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Malang mengamankan 10 kendaraan roda dua yang melanggar aturan parkir di Jalan Basuki Rahmat atau koridor Kayutangan.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved