Rabu, 13 Mei 2026

Kabupaten Malang

Stok Beras di Kabupaten Malang Aman saat Ramadhan 2026, Masyarakat Diminta Tidak Panik

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menyebutkan ketersediaan beras saat ini bisa cukup untuk 1,5 bulan

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Luluul Isnainiyah
STOK BERAS - Bapanas saat meninjau bahan pokok di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, (9/2/2026). Selama bulan Ramadhan 2026, stok beras di Kabupaten Malang dipastikan aman. 

Ringkasan Berita:

SURYAMALANG.OM, KABUPATEN MALANG - Ketersediaan beras selama bulan Ramadhan 2026 di Kabupaten Malang dipastikan aman.

Menurut keterangan dari Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi, menyebutkan ketersediaan beras saat ini bisa cukup untuk 1,5 bulan.

Memasuki bulan Ramadhan, harga bahan pokok di pasar semakin melonjak.

Adanya kelonjakan bisa memicu adanya ketersedaiaan beras.

Namun, Mahila memastikan jika beras di Kabupaten Malang saat ini ketersedaiaannya surplus.

"Alhamdulillah relatif aman dan surplus untuk beras."

"Kemudian komoditas lainnya seperti percabaian, perbawangan juga masih surplus," kata Mahila Surya Dewi kepada SURYAMALANG.COM.

Beras Surplus

Dirinya menyebutkan, beras di Kabupaten Malang saat ini surplus 31.282 ton.

Jumlah ini setaran dengan ketahanan stok sekitar 1,5 bulan ke depan.

Sementara, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk Kabupaten Malang sekitar 2.774.002 jiwa dengan tingkat konsumsi beras rata-rata 5,62 kilogram/kapita/bulan.

"Sehingga kebutuhan beras Kabupaten Malang diperkirakan mencapai 44.688,28 ton."

"kebutuhan adalah penghitungan dari kebutuhan rumah tangga dan non rumah tangga," jelasnya.

Baca juga: Cuma Beri CSR Truk Sampah, PDIP-LSM Sepakat APBD Pemkab Malang Rp 4 Triliun Dicabut dari Bank Jatim

Sedangkan untuk mengantisipasi adanya kelonjakan bahan pangan di pasar, Dinas Ketahanan Pangan telah melakukan sidak di sejunlah pasar di Kabupaten Malang.

Kemudian, pihaknya juga berupaya melakukan edukasi melalui media sosial agar masyarakat tidak panic buying selama Ramadhan.

"Karena bagaimanapun juga nilai jual di pasar itu kadang-kadang tergantung masyarakat, kalau mereka panic buying otomatis permintaan tinggi sehingga harga menjadi naik," bebernya.

Sejauh ini, Mahila menyebutkan belum terjadi adanya panic buying.

Sebab, ini juga didorong oleh beberapa faktor, di antaranya bahan bokok di pasar telah terpenuhi atau stok aman.

"Alhamdulillah di Kabupaten Malang tiak terjadi gagal panen,s emuanya surplus, dan tinggal bagaimana kita menyikapi saja."

"Termasuik melakukan pendistribusian pangan juga," tegasnya.

 

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved