Jumat, 1 Mei 2026

Kota Malang

Mudik Aman dan Nyaman, Dosen UMM Bagi Tips Tentang Pemeriksaan Kendaraan Agar Aman Dikendarai

Mudik Aman dan Nyaman, Dosen UMM Bagi Tips Tentang Pemeriksaan Kendaraan Agar Aman Dikendarai

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ARUS MUDIK - Kendaraan keluar masuk dari Exit Tol Singosari Malang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2026). Satlantas Polres Malang mencatat sebanyak 20.000 hingga 25.000 kendaraan melintas di gerbang tol dan diprediksi puncak arus mudik pada 18-19 Maret. 

Ringkasan Berita:
  • Saat mudik Lebaran 2026, pemudik diimbau untuk selalu memastikan kondisi kendaraannya benar-benar prima
  • Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir Iis Siti Aisyah ST MT PhD, menegaskan bahwa banyak kecelakaan saat perjalanan jauh dipicu oleh kelalaian dalam mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat
  • Rem yang tidak optimal berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, terutama saat melintasi jalur padat maupun turunan panjang

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Memasuki momen mudik Lebaran 2026, pemudik diimbau tidak hanya fokus pada rute perjalanan, tetapi juga memastikan kondisi kendaraan benar-benar prima.

Pemeriksaan menyeluruh dinilai menjadi kunci utama untuk menekan risiko kecelakaan di jalan.

Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ir Iis Siti Aisyah ST MT PhD, menegaskan bahwa banyak kecelakaan saat perjalanan jauh dipicu oleh kelalaian dalam mengecek kondisi kendaraan sebelum berangkat.

Menurutnya, sistem rem menjadi komponen paling krusial yang wajib diperiksa.

Rem yang tidak optimal berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, terutama saat melintasi jalur padat maupun turunan panjang.

"Keamanan perjalanan harus menjadi prioritas utama. Untuk mencegah rem blong, lakukan perawatan rutin sistem rem."

"Periksa cairan rem dan pastikan kampas rem masih dalam kondisi baik," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/3/2026).

Baca juga: Hadiah Lebaran 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Bus Trans Jatim Selama Dua Hari Penuh

Tak hanya kondisi, cara penggunaan rem juga berpengaruh terhadap keselamatan.

Ia mengingatkan pengemudi agar tidak melakukan pengereman mendadak atau terlalu sering dalam jarak pendek karena dapat memicu panas berlebih pada rem.

Selain itu, beban kendaraan juga perlu diperhatikan.

Muatan berlebih dinilai dapat mengurangi efektivitas pengereman dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Di sisi lain, kondisi ban tak kalah penting.

Ban yang sudah aus atau tekanan anginnya tidak sesuai berisiko pecah di tengah perjalanan.

"Pastikan alur ban masih dalam kondisi baik dan tekanan udara sesuai standar," jelasnya.

Pemeriksaan juga harus menyasar sektor mesin, termasuk oli dan cairan radiator.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved