Kabupaten Malang
Arus Mudik di Malang Masih Normal, Polisi Prediksi Lonjakan Volume Kendaraan pada 19 Maret 2026
Arus Mudik di Malang Masih Normal, Polisi Prediksi Lonjakan Volume Kendaraan pada 19 Maret 2026
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang terpantau masih relatif lancar pada hari kelima pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026
- Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Iptu Andi Agung, mengatakan pemantauan sejak hari pertama operasi pada Jumat (13/3/2026) hingga Selasa menunjukkan tren kenaikan, namun masih dalam batas normal.
- Pantauan Rabu (18/3/2026), menunjukkan volume kendaraan di sejumlah titik utama seperti Singosari hingga wilayah menuju Kota Malang masih tergolong stabil
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Memasuki hari kelima pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, arus lalu lintas di wilayah Kabupaten Malang terpantau masih relatif lancar.
Meski mulai terjadi peningkatan volume kendaraan, lonjakan signifikan belum terlihat. Arus lalu lintas masih cukup lancar terpantau di pintu Tol Singosari.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Iptu Andi Agung, mengatakan pemantauan sejak hari pertama operasi pada Jumat (13/3/2026) hingga Selasa menunjukkan tren kenaikan, namun masih dalam batas normal.
“Dari pantauan kami selama lima hari pelaksanaan Operasi Ketupat, memang ada peningkatan, tetapi belum signifikan. Secara umum arus lalu lintas masih lancar,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (18/3/2026).
Pantauan terbaru pada Rabu (18/3/2026) juga menunjukkan kondisi serupa. Volume kendaraan di sejumlah titik utama seperti Singosari hingga wilayah menuju Kota Malang masih tergolong stabil.
Berdasarkan data yang dihimpun, rata-rata volume kendaraan harian berada di kisaran 19.000 hingga 22.000 kendaraan, angka yang masih dianggap normal seperti hari biasa.
“Untuk hari ini juga masih cukup lancar. Ada peningkatan, tapi belum banyak,” jelasnya.
Baca juga: Polres Malang Uji Kelayakan Angkutan Umum secara Berkala saat Mudik Lebaran 2026
Meski demikian, pihak kepolisian mulai mengantisipasi potensi lonjakan arus mudik dalam waktu dekat.
Hal ini seiring dengan kebijakan one way nasional yang mulai diberlakukan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Dimungkinkan kendaraan dari arah Jakarta akan mulai masuk ke Jawa Timur, termasuk Malang, mulai malam ini atau besok pagi. Jadi kemungkinan peningkatan akan mulai terasa,” katanya.
Peningkatan volume kendaraan akan menjadi perhatian khusus apabila mencapai angka tertentu.
Andi menjelaskan, jika arus kendaraan mencapai 1.000 hingga 1.500 kendaraan per jam, bahkan lebih dari itu dalam beberapa jam berturut-turut, maka perlu dilakukan langkah antisipatif.
“Kalau sudah di atas 1.500 kendaraan per jam selama tiga sampai empat jam berturut-turut, itu menjadi tanda kita harus melakukan langkah antisipasi, baik rekayasa lalu lintas maupun pengamanan lainnya,” tegasnya.
Baca juga: DLH Kota Malang Siagakan Tambahan Petugas untuk Salat Id, Layanan Kebersihan Tetap Normal
Di sisi lain, kepadatan lalu lintas yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat lokal, bukan pemudik. Hal ini terlihat dari dominasi nomor polisi kendaraan yang masih berasal dari wilayah Malang Raya.
“Kami pantau untuk pemudik masih sedikit. Yang dominan masih aktivitas masyarakat lokal,” ungkapnya.
| Pemkab Malang Tidak Mengurangi Jumlah PPPK, Bupati Sanusi : Saat Ini Belum Ada Pengurangan |
|
|---|
| DPRD Kabupaten Malang Usut Dugaan Pemerasan Emas Batangan sebagai Pelicin Perizinan BPJS Kesehatan |
|
|---|
| Perum Jasa Tirta Prioritaskan Keamanan Warga dan Bendungan Lahor Sebelum Ambil Keputusan Operasional |
|
|---|
| Angin Kencang Menerjang Poncokusumo dan Kepanjen, BPBD Kabupaten Malang Ingatkan Potensi Hujan Lebat |
|
|---|
| Akses Malang-Blitar di Bendungan Lahor Masih Gratis, Jasa Tirta Siapkan Mekanisme Aman bagi Pelintas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Kendaraan-keluar-masuk-dari-Exit-Tol-Singosari-Malang-Jawa-Timur-arus-mudik.jpg)