Kota Malang
Awal Puasa Ikut Pemerintah, Lebaran Ikut Muhammadiyah, Begini Penjelasan Dosen UMM
Sebagian umat muslim memulai puasa mengikuti pemerintah, namun merayakan Idulfitri bersama Muhammadiyah.
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Eko Darmoko
Meski demikian, ia menekankan bahwa perbedaan tersebut tidak perlu menjadi sumber perpecahan.
Sebab, perbedaan yang terjadi berada pada ranah metodologis dalam ilmu falak, bukan pada aspek teologis.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan dengan bijak dan tidak sekadar mengikuti arus tanpa pemahaman.
"Yang terpenting adalah konsistensi dan memahami dasar keilmuan dari pilihan yang diambil."
"Dengan begitu, perbedaan justru bisa menjadi sarana pendewasaan dalam beragama," tandasnya.
Baca juga: Sosok Isa Al-Masih Putra Muhammadiyah, Khatib Salat Ied yang Bikin Heboh dan Viral di Nganjuk
| Pedagang Pasar Kebalen Kota Malang Masih Belum Rasakan Dampak Positif Penertiban |
|
|---|
| Ribuan Botol Arak Bali, Sabu-sabu hingga Ganja Disita Polresta Malang Kota dalam Operasi Sebulan |
|
|---|
| Universitas Negeri Malang Perkuat Kolaborasi Riset Global, Gandeng Akademisi Asia-Afrika |
|
|---|
| Anggaran BBM DLH Kota Malang Terancam Habis September, Ajukan Tambahan Rp4 Miliar |
|
|---|
| Wacana Penutupan Prodi, UB Malang Tawarkan Opsi Penguatan Kurikulum untuk Prodi yang Lemah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Warga-Muhammadiyah-melaksanakan-Salat-Ied-di-Stadion-Gajayana-Kota-Malang.jpg)