Selasa, 21 April 2026

Kota Malang

Pemkot Malang akan Wajibkan ASN Bersepeda ke Kantor Demi Hemat BBM

Pemerintah Kota Malang tengah merumuskan kebijakan baru yang mewajibkan ASN untuk menggunakan sepeda atau transportasi umum.

|
Penulis: Benni Indo | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
SURYAMALANG.COM/PROKOMPIM KOTA MALANG
BERSEPEDA KE KANTOR - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berkendara sepeda kayuh di halaman Balai Kota Malang. Wahyu akan mewajibkan ASN di Pemkot Malang untuk bersepeda ke kantor. Sejauh ini, Pemkot Malang masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat untuk menetapkan kebijakan di daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Kota Malang tengah merumuskan kebijakan strategis yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk bersepeda ke kantor setiap hari Jumat. 
  • Kebijakan ini, yang direncanakan mulai berlaku efektif pada April 2026, merupakan langkah mitigasi menghadapi potensi krisis energi global serta upaya efisiensi konsumsi BBM di lingkungan pemkot. 
  • Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menjelaskan bagi pegawai yang tidak memiliki sepeda, pemerintah menyediakan alternatif penggunaan transportasi umum.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk mulai membiasakan bersepeda ke kantor setiap hari Jumat.

Kebijakan ini akan mulai diterapkan sebagai bagian dari upaya menciptakan gaya hidup sehat sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

Wahyu menyampaikan, kegiatan tersebut rencananya dimulai sejak pagi hari, diikuti dengan aktivitas olahraga dan kebersihan lingkungan.

“Mulai Jumat besok, kita akan berlakukan ke kantor naik sepeda pancal. Setelah itu ada senam dan kegiatan Jumat bersih untuk menjaga lingkungan tetap asri,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Alasan Pilih Kebijakan Jumat Bersepeda 

Wahyu menekankan, penggunaan sepeda menjadi pilihan utama dalam program ini, mengingat banyak pegawai yang memiliki hobi bersepeda.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.

Baca juga: Geliat Lebaran Kupat di Malang: Warga Serbu Pasar Kebalen, Harga Kulit Ketupat Rp10 Ribu per Ikat

Bagi pegawai yang tidak memiliki sepeda, Pemkot Malang tetap memberikan alternatif dengan memanfaatkan transportasi umum.

“Kalau tidak punya sepeda, bisa menggunakan angkutan umum. Sekarang sudah ada layanan Trans Jatim yang melewati Balai Kota Malang, jadi tetap bisa ikut program ini,” jelasnya.

Program bersepeda ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons berbagai arahan dari pemerintah pusat, termasuk efisiensi dan pengurangan dampak aktivitas perkotaan.

Inovasi Pakaian Sejarah 

Selain program bersepeda, Wahyu juga mengungkapkan peringatan Hari Jadi Kota Malang tahun 2026 akan dikemas lebih istimewa.

Salah satunya dengan penggunaan pakaian khas yang terinspirasi dari sejarah dan perjalanan Kota Malang.

“Nanti kita akan gunakan pakaian yang didesain berdasarkan cerita budaya Kota Malang, mulai dari masa kolonial hingga sekarang. Ini menjadi identitas baru yang punya makna tersendiri,” katanya.

Berbagai rangkaian kegiatan juga telah disiapkan, termasuk peluncuran buku terkait penetapan Kota Malang sebagai bagian dari jaringan kota kreatif dunia di bidang media seni oleh UNESCO.

Baca juga: Rekam Jejak Letjen Yudi Abrimantyo Lepas Jabatan Usai 4 TNI Terlibat Teror Air Keras Andrie Yunus

Peluncuran tersebut rencananya akan digelar di kawasan Alun-Alun Kota Malang pada awal April 2026, bersamaan dengan penyelesaian sejumlah penataan ruang publik.

“Kota Malang ini menjadi salah satu Kota Kreatif Dunia di bidang media art, bahkan yang pertama di Asia Tenggara. Nanti akan kita launching resmi tanggal 1 April,” ungkapnya.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved