Kota Malang
Pemkot Malang Tekankan Akselerasi Ekonomi Inklusif dalam RKPD 2027
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi
- Pertumbuhan ekonomi ini harus inklusif dan berkelanjutan, dengan penguatan layanan dasar serta infrastruktur pendukung produktivitas daerah
- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tercatat mencapai 85,55 atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur
- Tingkat kemiskinan berada di angka 3,85 persen, menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di provinsi tersebut
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi ini harus inklusif dan berkelanjutan, dengan penguatan layanan dasar serta infrastruktur pendukung produktivitas daerah.
Hal tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kota Malang di Hotel Grand Mercure, Senin (30/3/2026).
Dalam paparannya, Wahyu Hidayat menyebut capaian kinerja makro Kota Malang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tercatat mencapai 85,55 atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur.
Sementara tingkat kemiskinan berada di angka 3,85 persen, menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di provinsi tersebut.
Di sektor ekonomi, pertumbuhan Kota Malang mencapai 5,92 persen, bahkan berada di atas rata-rata provinsi dan nasional.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga menunjukkan peningkatan signifikan hingga Rp 108,15 triliun pada 2025.
Baca juga: Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif, Responsif dan Tangguh
“Capaian kinerja makro semakin positif. Ini menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan ke depan,” ujar Wahyu Hidayat.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, seiring pertumbuhan penduduk, dinamika sosial, hingga disrupsi teknologi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang adaptif dan kolaboratif.
Dalam RKPD 2027, Pemkot Malang menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penanggulangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta perluasan akses pendidikan.
Program tersebut juga diselaraskan dengan program strategis nasional.
Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya transformasi sosial dan ekonomi melalui berbagai program unggulan, seperti pemberian beasiswa, pelaksanaan 1.000 event olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif, hingga alokasi dana pembangunan Rp 50 juta per RT.
Upaya peningkatan kualitas layanan dasar juga dilakukan melalui implementasi Universal Health Coverage (UHC), penguatan infrastruktur perkotaan, penanganan banjir dan kemacetan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, optimalisasi Malang Creative Center serta pengembangan kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik Kota Malang sebagai destinasi wisata.
| Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif, Responsif dan Tangguh |
|
|---|
| Masih Ada SPPG yang Belum Punya SLHS di Kota Malang |
|
|---|
| Proyek PSEL Batal di Kota Malang Disebabkan Faktor Lahan dan Biaya Tinggi |
|
|---|
| 70 Barang Pemudik Tertinggal Diamankan di Stasiun Malang, Nilainya Capai Rp 10 Juta |
|
|---|
| Bulog Malang Genjot Serapan Jagung Pipilan untuk Penuhi Kuota 7000 Ton SPHP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat-saat-meninjau-akses-layanan-masyarakat-di-Puskesmas-Janti.jpg)