Selasa, 14 April 2026

Kota Malang

Pemkot Malang Tekankan Akselerasi Ekonomi Inklusif dalam RKPD 2027

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PEMBANGUNAN KOTA - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, saat meninjau akses layanan masyarakat di Puskesmas Janti, Kota Malang. Ia menegaskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan penguatan layanan dasar serta infrastruktur pendukung produktivitas daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi
  • Pertumbuhan ekonomi ini harus inklusif dan berkelanjutan, dengan penguatan layanan dasar serta infrastruktur pendukung produktivitas daerah
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tercatat mencapai 85,55 atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur
  • Tingkat kemiskinan berada di angka 3,85 persen, menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di provinsi tersebut

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan arah pembangunan Kota Malang tahun 2027 akan difokuskan pada akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi ini harus inklusif dan berkelanjutan, dengan penguatan layanan dasar serta infrastruktur pendukung produktivitas daerah.

Hal tersebut disampaikan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kota Malang di Hotel Grand Mercure, Senin (30/3/2026).

Dalam paparannya, Wahyu Hidayat menyebut capaian kinerja makro Kota Malang menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Malang tercatat mencapai 85,55 atau menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Timur.

Sementara tingkat kemiskinan berada di angka 3,85 persen, menempatkan Kota Malang sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga di provinsi tersebut.

Di sektor ekonomi, pertumbuhan Kota Malang mencapai 5,92 persen, bahkan berada di atas rata-rata provinsi dan nasional.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) juga menunjukkan peningkatan signifikan hingga Rp 108,15 triliun pada 2025.

Baca juga: Ketua DPRD Kota Malang Soroti Tantangan Global, Dorong RKPD 2027 yang Adaptif, Responsif dan Tangguh

“Capaian kinerja makro semakin positif. Ini menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan ke depan,” ujar Wahyu Hidayat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan pembangunan ke depan semakin kompleks, seiring pertumbuhan penduduk, dinamika sosial, hingga disrupsi teknologi. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang adaptif dan kolaboratif.

Dalam RKPD 2027, Pemkot Malang menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, di antaranya penanggulangan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan layanan kesehatan, serta perluasan akses pendidikan.

Program tersebut juga diselaraskan dengan program strategis nasional.

Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya transformasi sosial dan ekonomi melalui berbagai program unggulan, seperti pemberian beasiswa, pelaksanaan 1.000 event olahraga, seni, budaya, dan ekonomi kreatif, hingga alokasi dana pembangunan Rp 50 juta per RT.

Upaya peningkatan kualitas layanan dasar juga dilakukan melalui implementasi Universal Health Coverage (UHC), penguatan infrastruktur perkotaan, penanganan banjir dan kemacetan, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Di sektor ekonomi kreatif dan pariwisata, optimalisasi Malang Creative Center serta pengembangan kawasan Kayutangan Heritage menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik Kota Malang sebagai destinasi wisata.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved