Rabu, 20 Mei 2026

Kota Malang

Sektor Pariwisata Kota Malang Hadapi Tantangan Imbas Kebijakan Efisiensi Energi

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan, bahwa kebijakan efisiensi energi akan mengubah pola kerja.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
PARIWISATA KOTA MALANG - Warga duduk di kursi area Alun-alun Merdeka Kota Malang. Kawasan tersebut merupakan tujuan pariwisata bagi wisatawan maupun warga lokal. Disporapar Kota Malang mengkaji tantangan pariwisata di tengah kebijakan efisiensi energi. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Profesor Vina Salviana Darvina Soedarwo, menilai kebijakan kerja dari rumah yang muncul di tengah tekanan energi saat ini berpotensi menjadi solusi simbolis jika tidak disertai paket kebijakan komprehensif
  • Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan, bahwa kebijakan efisiensi energi akan mengubah pola kerja. Belakangan, pemerintah mulai mengatur pola kerja dari rumah atau Work From Home (WFH)

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Sektor pariwisata di Kota Malang berpotensi tertekan karena kebijakan efisiensi energi.

Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) tengah menghitung dampaknya.

Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi menjelaskan, bahwa kebijakan efisiensi energi akan mengubah pola kerja.

Belakangan, pemerintah mulai mengatur pola kerja dari rumah atau Work From Home (WFH)

Baihaqi menyatakan masih menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat sebelum mengambil langkah lanjutan.

Sembari menunggu aturan teknis yang pasti, ia tengah mengkaji dampak kebijakan itu terhadap pariwisata.

“Ini nanti kita evaluasi sembari menunggu regulasi dari pemerintah pusat,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (5/4/2026).

Baca juga: ASN Pemkab Malang Harus Belajar Ngirit, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Besar-besaran

Tak hanya itu, pembatasan konsumsi BBM subsidi juga mulai diberlakukan.

Kebijakan ini dinilai berpotensi menekan mobilitas masyarakat yang menjadi faktor kunci dalam pergerakan wisata.

Di sisi lain, Kota Malang justru tengah memasuki momentum strategis. Dalam waktu dekat, akan ada kejuaraan maraton pada 26 April.

Ajang ini diperkirakan diikuti sekitar 7.000 pelari dari tingkat lokal, nasional hingga Asia Tenggara.

Pada 16 Juni akan digelar reli sepeda motor antik, serta sejumlah turnamen internasional lainnya yang masih dalam rangkaian perayaan.

Disporapar kini dihadapkan pada dua kepentingan, yakni menjaga geliat pariwisata tetap tumbuh dan menyesuaikan diri dengan kebijakan efisiensi energi. 

Baihaqi mengatakan, rencana agenda pariwisata itu akan diupayakan tetap terselenggara sembari mencari solusi di tengah kebijakan efisiensi energi.

Pada tahun ini, Disporapar Kota Malang menargetkan kunjungan wisatawan sebesar 3,4 juta orang pada tahun 2026.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved