Kota Malang
Kendaraan untuk Kepala SPPG Menimbulkan Dilema, Dibutuhkan Tapi Masih Jadi Perdebatan
Rencana pengalokasian kendaraan bermotor bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai beragam tanggapan.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Ketua DPW Gapembi Jawa Timur, Makhrus Sholeh, menyebutkan bahwa keberadaan kendaraan dinas akan mendukung tugas lapangan petugas SPPG dalam pengawasan distribusi dan kualitas bahan pangan
- Rencana pengalokasian kendaraan bermotor bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai beragam tanggapan
- Kendaraan Kepala SPPG memiliki dua tipe. Tipe trail yang digunakan untuk menghadapi medan sulit, jauh dari jangkauan perkotaan, dan tipe skuter yang digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Rencana pengalokasian kendaraan bermotor bagi kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuai beragam tanggapan.
Di satu sisi dinilai membantu operasional, namun di sisi lain masih menjadi perdebatan terkait urgensi dan alokasi anggaran.
Sekadar informasi, kendaraan roda dua yang akan diberikan kepada Kepala SPPG memiliki dua tipe.
Tipe trail yang digunakan untuk menghadapi medan sulit, jauh dari jangkauan perkotaan, dan tipe skuter yang digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan.
Ketua DPW Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi), Jawa Timur, Makhrus Sholeh, menyebutkan bahwa keberadaan kendaraan dinas akan sangat mendukung tugas lapangan petugas SPPG, khususnya dalam melakukan pengawasan distribusi dan kualitas bahan pangan.
“Itu bagus sekali, sangat membantu teman-teman SPPG. Tapi memang masih debatable karena ini ada tambahan anggaran,” ujarnya setelah dikukuhkan menjadi Ketua DPW Gapembi, Jawa Timur di Hotel Grand Mercure, Kota Malang, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, secara fasilitas dasar, sebenarnya SPPG telah dilengkapi dengan sarana pendukung seperti mess atau tempat tinggal bagi petugas.
Namun, mobilitas tetap menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan tugas harian.
Baca juga: Modus Perempuan Menikahi Perempuan di Malang, Janji Manis Lamborghini hingga Undang Penyanyi Judika
“Setiap SPPG sudah ada kamar untuk petugas. Jadi kendaraan itu dibilang butuh ya butuh, tapi tanpa itu pun sebenarnya masih bisa berjalan,” jelasnya.
Ia menambahkan, tugas utama petugas SPPG menuntut mobilitas tinggi, seperti melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah serta memantau harga bahan pangan di pasar agar tidak terjadi lonjakan harga dari pemasok.
“Petugas harus mengecek ke sekolah-sekolah dan ke pasar, memastikan harga dari supplier tidak terlalu tinggi. Itu penting sekali,” katanya.
Selama ini, aktivitas tersebut dilakukan dengan kendaraan pribadi atau sesekali menggunakan kendaraan operasional SPPG. Alternatif lain seperti transportasi umum dinilai kurang efisien meski masih memungkinkan.
“Selama ini pakai kendaraan pribadi, kadang pakai mobil SPPG. Kalau transportasi umum bisa, tapi agak repot,” ujarnya.
Rencana pemberian fasilitas sepeda motor kepada kepala SPPG dinilai dapat mendukung kinerja, terutama bagi petugas yang bertugas di wilayah dengan akses sulit.
Baca juga: Klarifikasi Pegawai Dapur MBG Sumenep Viral Karaoke dan Sawer Uang saat Kerja, SPPG: Itu Refreshing
Kepala SPPG Malang Gondanglegi Kulon 2, Alen Mahendra, mengatakan bahwa selama ini dirinya menjalankan tugas dengan menggunakan kendaraan pribadi berupa sepeda motor.
“Selama ini saya pakai motor pribadi untuk mobilitas,” ujarnya saat ditemui di sela-sela
Menurutnya, tugas kepala SPPG tidak hanya sebatas pengawasan administratif, tetapi juga menuntut kesiapsiagaan penuh selama 24 jam, termasuk memastikan kelancaran operasional dapur hingga distribusi makanan ke sekolah dan masyarakat.
“Kami harus standby 24 jam. Kalau ada kendala di dapur atau distribusi, harus langsung turun,” jelasnya.
Selain itu, kepala SPPG juga dituntut aktif melakukan pemantauan ke berbagai lokasi penerima manfaat, seperti sekolah, balita, ibu hamil (bumil), dan ibu menyusui terutama dalam program penanganan stunting.
“Kami sering turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan baik, termasuk memantau kondisi balita, seperti berat badan dan lingkar lengan,” katanya.
Terkait rencana pemberian sepeda motor dinas, Alen menilai fasilitas tersebut akan lebih terasa manfaatnya bagi petugas yang bertugas di wilayah terpencil dengan kondisi geografis yang menantang.
“Kalau di tempat saya jalannya cukup baik, tapi untuk teman-teman di daerah seperti Sumbermanjing yang harus lewat pegunungan, itu memang sangat membutuhkan,” ujarnya.
Baca juga: Pemkot Batu Terapkan Skema Perubahan Pola Kerja untuk Efisiensi Energi, Ini Daftar Dinas yang WFO
Meski demikian, ia tetap menilai fasilitas kendaraan dinas akan membantu meningkatkan kinerja dan motivasi kerja para petugas.
“Kalau diberikan fasilitas dari negara, tentu akan membantu kinerja dan menambah semangat,” katanya.
Alen juga menegaskan komitmennya untuk menggunakan fasilitas tersebut secara optimal apabila diberikan.
“Kalau memang itu fasilitas dari negara, ya kita gunakan sebaik mungkin,” pungkasnya.
Alen enggan berkomentar terkait harga kendaraan yang dapat menyentuh di harga Rp 50 juta per unit. Sebagai Kepala SPPG, ia menegaskan hanya melaksanakan tugas yang diinstruksikan. Sedangkan kendaraannya sendiri yang biasa digunakan untuk berangkat kerja nilainya Rp 20 juta.
Dengan dukungan sarana yang memadai, ia berharap pelaksanaan program pemenuhan gizi, khususnya penanganan stunting, dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah dengan akses terbatas. (Benni Indo)
Makhrus Sholeh
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Makan Bergizi Gratis (MBG)
Kota Malang
SURYAMALANG.COM
| Polisi Tangkap Pelaku Penusukan Mat Suhadi Penjaga Perumahan di Malang, Ternyata Residivis |
|
|---|
| Hospital Literacy, Menghidupkan Harapan Anak-anak Pengidap Kanker di RS Saiful Anwar Kota Malang |
|
|---|
| Gagas 'Kawula Tani', Mantan Bupati Malang Rendra Kresna Wadahi Milenial hingga Targetkan Ekspor |
|
|---|
| Jual Hewan Kurban di Live TikTok, Kambing Jumbo Rp 9 Juta di Peternakan This Is Farm Malang Laris |
|
|---|
| Komix Herbal Ajak Gen Z di Malang Mengenal Herbal sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Ketua-DPW-Gapembi-Gabungan-Pengusaha-Makan-Bergizi-Indonesia-Jatim-Makhrus-Sholeh.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.