Kota Malang
Harga Daging Sapi di Kota Malang Meroket hingga Rp 150 ribu per Kg
Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan menjelang momentum hari besar keagamaan
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Jelang momentum hari besar keagamaan, harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan
- Pedagang daging mengatakan kenaikan harga daging sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 150 ribu per kilogram
- Kenaikan harga tersebut biasanya juga disertai dengan imbauan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terkait penyesuaian harga daging di tingkat pedagang. Namun saat ini belum ada keterangan resmi
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan menjelang momentum hari besar keagamaan.
Meski demikian, pedagang menyebut kondisi tersebut merupakan siklus tahunan yang sudah biasa terjadi.
Pedagang daging, M Yusuf, mengatakan kenaikan harga daging sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 150 ribu per kilogram.
“Memang sudah siklus tahunan. Sebelum Lebaran itu biasanya naik, dari Rp 120 ribu, lalu Rp 130 ribu, sampai sekarang sempat Rp 140 ribu per kilogram,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/4/2026).
Menurut Yusuf, kenaikan harga tersebut biasanya juga disertai dengan imbauan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terkait penyesuaian harga daging di tingkat pedagang. Namun saat ini belum ada keterangan resmi.
Meski harga naik, kondisi penjualan di Pasar Besar Malang justru tidak terlalu menggeliat.
Yusuf mengaku, sebagian besar penjualannya berasal dari pelanggan tetap, bukan pembeli yang datang langsung ke pasar.
Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Manfaatkan Lahan Pemakaman untuk Perluasan Ruang Terbuka Hijau
“Di Pasar Besar ini agak sulit kalau mengandalkan pembeli yang datang. Sekitar 80 persen penjualan dari pelanggan, hanya 20 persen dari pengunjung,” katanya.
Pelanggan tetap tersebut mayoritas merupakan pelaku usaha kuliner seperti penjual bakso dan tahu campur yang membutuhkan pasokan daging secara rutin.
“Kalau menunggu orang datang itu tidak bisa. Kami lebih banyak menyalurkan ke pelanggan tetap,” jelasnya.
Namun demikian, Yusuf memprediksi harga daging kemungkinan kembali mengalami penurunan dalam waktu dekat, seiring mendekatnya Hari Raya Iduladha, ketika pasokan daging dari hewan kurban meningkat.
“Mungkin nanti turun lagi, karena menjelang Idul Adha banyak yang menyembelih hewan kurban. Meski kecenderungannya, kalau sudah naik, harga naik terus,” ujarnya.
Pedagang yang telah berjualan lebih dari 20 tahun ini menilai fluktuasi harga daging merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi bagian dari dinamika perdagangan setiap tahun.
Baca juga: Perusakan Portal Bendungan Lahor, Kuasa Hukum Dur Ajukan Praperadilan Jika Ada Penetapan Tersangka
Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Indra Permana, menegaskan bahwa kenaikan harga daging sapi yang terjadi saat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah nyata dari pemerintah.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, penurunan ketersediaan sapi hidup di pasaran menjadi penyebab utama kenaikan harga.
Sementara permintaan tetap tinggi, kondisi ini membuat harga terus naik dan menekan pelaku usaha. Situasi ini sudah berdampak langsung pada pelaku usaha dari hulu hingga hilir.
Jagal kesulitan mendapatkan pasokan, pedagang menghadapi ketidakpastian harga, dan pelaku usaha kuliner mulai dari bakso, restoran, hingga kafe terancam oleh meningkatnya biaya produksi.
“Kalau kondisi ini dibiarkan, maka bukan hanya pelaku usaha yang terdampak, tapi stabilitas ekonomi daerah juga bisa terganggu,” katanya.
Ia menilai, pemerintah tidak boleh terlambat dalam merespon situasi ini. Diperlukan langkah cepat, terukur, dan terkoordinasi untuk menjaga pasokan serta menstabilkan harga di lapangan.
“Ini bukan lagi sekadar persoalan pasar, tapi sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk hadir dan melindungi pelaku usaha serta masyarakat," sambungnya.
Sebagai kota dengan kekuatan sektor kuliner, Kota Malang membutuhkan kepastian pasokan bahan baku agar roda ekonomi tetap berjalan dengan baik.
“Kita tidak boleh membiarkan pelaku usaha berjalan sendiri. Negara harus hadir, menjaga dari hulu sampai hilir, karena di situlah denyut ekonomi rakyat berada," tegasnya.
| Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Manfaatkan Lahan Pemakaman untuk Perluasan Ruang Terbuka Hijau |
|
|---|
| Terminal Arjosari Kota Malang Siap Jadi Titik Layanan Trans Jatim, Jika Ada Penambahan Koridor |
|
|---|
| Wali Kota Malang Usulkan Penambahan Koridor Bus Trans Jatim, Demi Maksimalkan Mobilitas Malang Raya |
|
|---|
| Pemkot Malang Fokus Jaga dan Pertahankan Ruang Terbuka Hijau, Belum Ada Rencana Perluasan |
|
|---|
| Petani Cabai di Kota Malang Bisa Panen hingga 1 Kuintal per Hari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pedagang-daging-sapi-di-Pasar-Klojen-Jumat-1742026-Harga-daging-mengalami-kenaikan.jpg)