Sabtu, 18 April 2026

Kota Malang

Harga Daging Sapi di Kota Malang Meroket hingga Rp 150 ribu per Kg

Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan menjelang momentum hari besar keagamaan

Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
DAGING SAPI - Anggota Komisi B, DPRD Kota Malang, Indra Permana, berdialog dengan pedagang daging sapi di Pasar Klojen, Jumat (17/4/2026). Harga daging mengalami kenaikan hingga Rp 150 per Kg. 

Ringkasan Berita:
  • Jelang momentum hari besar keagamaan, harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan
  • Pedagang daging mengatakan kenaikan harga daging sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 150 ribu per kilogram
  • Kenaikan harga tersebut biasanya juga disertai dengan imbauan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terkait penyesuaian harga daging di tingkat pedagang. Namun saat ini belum ada keterangan resmi

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Harga daging sapi di Pasar Besar Kota Malang mengalami kenaikan menjelang momentum hari besar keagamaan.

Meski demikian, pedagang menyebut kondisi tersebut merupakan siklus tahunan yang sudah biasa terjadi.

Pedagang daging, M Yusuf, mengatakan kenaikan harga daging sudah mulai terasa sejak sebelum Lebaran. Bahkan, harga sempat menyentuh Rp 150 ribu per kilogram.

“Memang sudah siklus tahunan. Sebelum Lebaran itu biasanya naik, dari Rp 120 ribu, lalu Rp 130 ribu, sampai sekarang sempat Rp 140 ribu per kilogram,” ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (17/4/2026).

Menurut Yusuf, kenaikan harga tersebut biasanya juga disertai dengan imbauan dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) terkait penyesuaian harga daging di tingkat pedagang. Namun saat ini belum ada keterangan resmi.

Meski harga naik, kondisi penjualan di Pasar Besar Malang justru tidak terlalu menggeliat.

Yusuf mengaku, sebagian besar penjualannya berasal dari pelanggan tetap, bukan pembeli yang datang langsung ke pasar.

Baca juga: Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Manfaatkan Lahan Pemakaman untuk Perluasan Ruang Terbuka Hijau

“Di Pasar Besar ini agak sulit kalau mengandalkan pembeli yang datang. Sekitar 80 persen penjualan dari pelanggan, hanya 20 persen dari pengunjung,” katanya.

Pelanggan tetap tersebut mayoritas merupakan pelaku usaha kuliner seperti penjual bakso dan tahu campur yang membutuhkan pasokan daging secara rutin.

“Kalau menunggu orang datang itu tidak bisa. Kami lebih banyak menyalurkan ke pelanggan tetap,” jelasnya.

Namun demikian, Yusuf memprediksi harga daging kemungkinan kembali mengalami penurunan dalam waktu dekat, seiring mendekatnya Hari Raya Iduladha, ketika pasokan daging dari hewan kurban meningkat.

“Mungkin nanti turun lagi, karena menjelang Idul Adha banyak yang menyembelih hewan kurban. Meski kecenderungannya, kalau sudah naik, harga naik terus,” ujarnya.

Pedagang yang telah berjualan lebih dari 20 tahun ini menilai fluktuasi harga daging merupakan hal yang lumrah dan sudah menjadi bagian dari dinamika perdagangan setiap tahun.

Baca juga: Perusakan Portal Bendungan Lahor, Kuasa Hukum Dur Ajukan Praperadilan Jika Ada Penetapan Tersangka

Anggota Komisi B DPRD Kota Malang, Indra Permana, menegaskan bahwa kenaikan harga daging sapi yang terjadi saat ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa langkah nyata dari pemerintah.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, penurunan ketersediaan sapi hidup di pasaran menjadi penyebab utama kenaikan harga.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved