Kota Malang
Pemkot Malang Dorong Peran Perempuan Semakin Maju di Peringatan Hari Kartini 2026
Wahyu Hidayat mengakui masih banyak perempuan yang belum tersentuh program pemberdayaan secara optimal.
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
“Perempuan tidak hanya mengambil peran, tetapi juga menginspirasi,” tegasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjadi perempuan inspiratif bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan keteguhan, keberanian, dan kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Menjadi perempuan inspiratif butuh perjuangan dan keteguhan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mengajak seluruh perempuan di Kota Malang untuk terus meningkatkan kontribusi dan tidak ragu mengambil peran di tengah masyarakat.
“Jangan takut belajar dan mengambil peran. Ketika perempuan diberi ruang, dampaknya akan luas bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Kisah Sukarni, Supeltas di Jalanan Malang Berkebaya Jahitan Sendiri Demi Peringati Hari Kartini
Pemkot Malang, lanjutnya, akan terus membuka ruang dan kesempatan bagi perempuan agar dapat menjadi penggerak perubahan di berbagai sektor.
“Kita dorong perempuan sebagai motor perubahan untuk kemajuan Kota Malang,” ujarnya.
Ia berharap penghargaan yang diberikan kepada perempuan inspiratif dapat menjadi penyemangat bagi perempuan lainnya untuk terus berkarya dan berkontribusi.
“Selamat kepada perempuan inspiratif. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkarya,” pungkasnya.
Kepala Dinsos P3AP2KP Kota Malang, Donny Sandito menerangkan, bahwa pemberian penghargaan ini merupakan amanat regulasi, termasuk kebijakan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
“Ini merupakan amanat undang-undang dan peraturan kementerian, bahwa pemerintah daerah diminta memberikan penghargaan kepada perempuan yang berdedikasi dalam pembangunan,” ujarnya.
Penghargaan tersebut diberikan kepada perempuan yang berkontribusi di berbagai bidang, seperti ketahanan keluarga, disabilitas, perlindungan perempuan dan anak, hingga pemberdayaan sosial.
“Mereka yang dinilai adalah yang punya kontribusi nyata dalam pendampingan masyarakat dan penanganan masalah sosial,” jelasnya.
Salah satu penerima penghargaan adalah Lamini, pengemudi ojek online yang aktif menggerakkan komunitas perempuan “Gas Pol”.
Menurut Donny, Lamini tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, tetapi juga mengajak perempuan lain untuk bangkit melalui komunitas tersebut.
| Kisah Sukarni, Supeltas di Jalanan Malang Berkebaya Jahitan Sendiri Demi Peringati Hari Kartini |
|
|---|
| Hari Pertama UTBK SNBT 2026 di UB Malang: 40 Peserta Absen Langsung Dinyatakan Gugur |
|
|---|
| Jelang UTBK 2026, UB Malang Perketat Pengawasan dan Sterilkan Area Kampus |
|
|---|
| 40 Perempuan Positif Kanker Serviks di Kota Malang Tahun 2025, Pemkot Gencarkan Skrining |
|
|---|
| Pemkot Malang Siapkan Skema Subsidi Sembako, Antisipasi Kenaikan Harga Akibat Faktor Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Wali-Kota-Malang-Wahyu-Hidayat-memberikan-penghargaan-kepada-para-perempuan.jpg)