Rabu, 6 Mei 2026

Kota Malang

Dishub Kota Malang Bakal Atur Jam Operasional Feeder dan Angkutan Pelajar

Dishub Kota Malang akan membagi perbedaan jam operasional antara angkutan pelajar gratis dan kendaraan feeder dalam skema penataan transportasi

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
TRANSPORTASI - Bus sekolah yang pernah beroperasi di Kota Malang. Saat ini, Pemkot Malang tengah menyiapkan armada angkutan kota sebagai angkutan pelajar. Sedangkan bus sekolah yang pernah beroperasi dikembalikan ke bagian aset. 

“Trayek lama dibuat tahun 1989 dan belum pernah diubah. Maka kita sesuaikan dengan kebutuhan sekarang,” ujarnya.

Selain pengaturan operasional, Dishub juga menetapkan standar kelayakan kendaraan, khususnya untuk angkutan pelajar.

Widjaja menegaskan bahwa kendaraan yang beroperasi harus layak, mampu memberikan kenyamanan dan keamanan.

“Untuk angkutan pelajar, minimal kendaraan tahun 2000. Di bawah itu tidak diperbolehkan,” kata Widjaja.

Namun untuk operasional feeder secara umum, pemerintah tidak secara langsung mengatur peremajaan armada, melainkan menyerahkan kepada pemilik angkutan.

Widjaja menjelaskan bahwa konsep feeder tidak selalu harus berupa layanan baru yang dibiayai pemerintah, melainkan bisa memanfaatkan armada yang sudah ada.

“Kalau sarana angkutan, kita serahkan ke mereka. Tapi untuk pelajar kita beri standar,” jelasnya. 

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengungkapkan konsep feeder yang diharapkan tidak sekadar angkutan konvensional, tetapi terintegrasi dengan teknologi. 

Misalnya, melalui aplikasi yang dapat memberikan notifikasi kepada pengemudi feeder saat bus Trans Jatim mendekati halte tertentu.

"Bayangannya, feeder ini keliling perumahan atau kampung, lalu mengarahkan penumpang ke shelter. Jadi ada integrasi yang jelas dan efisien," paparnya.

Selain aspek layanan, Organda juga menekankan pentingnya pemberdayaan pengemudi lokal dalam skema feeder. Menurutnya, program ini memiliki efek berantai terhadap kesejahteraan masyarakat, jika tidak memberdayakan pengemudi yang sudah ada.

"Ini multi efek. Pengemudi dapat penghasilan, keluarganya juga ikut terbantu. Makanya kami dorong agar pengemudi lokal diprioritaskan," tegasnya.

Baca juga: Perosotan yang Rusak di Alun-alun Merdeka Malang Adalah Barang Lama, Cukup Diperbaiki, Bukan Diganti

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved