Rabu, 6 Mei 2026

Kota Malang

Angkutan Pelajar Gratis di Malang Tinggal Tunggu Perwal, 60 Unit Angkot Disiapkan

Program angkot pelajar gratis mulai menemukan titik terang dan siap mengaspal dalam waktu dekat. Solusi bagi siswa dan napas baru bagi sopir angkot.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/Purwanto
ANGKUTAN PELAJAR GRATIS - Potret bus sekolah di Kota Malang pada saat beroperasi beberapa waktu yang lalu di sekitar Alun-alun Tugu Balaikota Malang. Operasional bus sekolah tersebut bakal dinonaktifkan dan digantikan oleh angkutan pelajar gratis yang rencananya akan diluncurkan pada Mei 2026 ini. 

Ringkasan Berita:
  • Program angkot pelajar gratis di Kota Malang akan menggunakan sistem antar-jemput dari titik kumpul ke sekolah dan kembali lagi ke titik kumpul.
  • Program ini bertujuan memberdayakan sopir angkot yang terdampak perubahan sistem transportasi, khususnya dengan hadirnya layanan seperti Trans Jatim.
  • Armada yang digunakan adalah angkot yang sudah ada, asalkan memenuhi syarat layak jalan, STNK aktif, dan dokumen kendaraan lengkap.

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Program angkutan pelajar gratis atau angkot pelajar di Kota Malang mulai menemukan titik terang.

Organda Kota Malang memastikan skema operasional angkot pelajar tengah dimatangkan dan ditargetkan segera berjalan setelah regulasi rampung.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan program ini menjadi salah satu solusi untuk memberdayakan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak perubahan sistem transportasi.

"Fokusnya angkot pelajar ini adalah untuk antar jemput pelajar. Dari titik kumpul diantar ke sekolah, lalu dijemput kembali ke titik kumpul setelah pulang," ucapnya belum lama ini kepada SURYAMALANG.COM.

Pemanfaatan Armada yang Layak Jalan

Pemerintah Kota Malang juga telah menyiapkan anggaran untuk angkot pelajar ini.

Nantinya, layanan ini akan digratiskan bagi siswa, karena dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang.

Purwono menjelaskan, armada yang digunakan nanti juga bukan armada baru, melainkan angkot yang sudah ada dan memenuhi persyaratan administratif serta teknis, seperti kelayakan jalan dan dokumen kendaraan aktif.

Baca juga: 31 Wisatawan Asal Surabaya yang Berlibur di Pantai Wedi Awu Malang Positif Narkotika

"Angkot yang ada diberdayakan, yang penting layak jalan, STNK hidup, dan sesuai trayek," jelasnya.

Dalam skema yang disusun, para sopir angkot tetap bisa menjalankan aktivitas reguler di luar jam layanan pelajar. 

Pagi hari mereka fokus mengantar siswa, kemudian kembali ke trayek biasa, dan kembali bersiap menjemput pelajar saat jam pulang sekolah.

"Modelnya seperti antar jemput karyawan. Jadi ada waktu khusus untuk pelajar, selebihnya tetap beroperasi seperti biasa," paparnya.

Skema Pembayaran dan Target Implementasi

Terkait jumlah armada, Organda menyebut masih dalam tahap finalisasi. 

Dari perhitungan sementara, kebutuhan armada berkisar antara 50 hingga 60 unit angkot yang akan dioperasikan.

Adapun sistem pembayaran kepada sopir akan menggunakan skema per-kilometer yang dibayarkan oleh pemerintah. 

Namun, besaran tarif masih dalam pembahasan agar tetap layak dan mampu mencukupi kebutuhan operasional pengemudi.

Baca juga: Dishub Kota Malang Bakal Atur Jam Operasional Feeder dan Angkutan Pelajar

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved