Kabupaten Malang
Fraksi NasDem Dukung Bongkar Penyelewengan Bibit Tebu Rp 23 Miliar di Kabupaten Malang
Penyelewengan bantuan bibit tebu di Kabupaten Malang senilai Rp 23 miliar, makin menguat di gedung DPRD Kabupaten Malang
Penulis: Imam Taufiq | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Dugaan penyelewengan bantuan bibit tebu di Kabupaten Malang senilai Rp 23 miliar, makin menguat di gedung DPRD Kabupaten Malang
- Dipastikan, kasus dugaan penyimpangan proyek ini bakal jadi bola panas di gedung dewan
- Bukan cuma tiga fraksi, yakni Fraksi PDIP, Gerindra, PKB, yang sudah kompak untuk menguak kegaduhan di kalangan petani terkait proyek peremajaan lahan tebu seluas 1.763 hektare (Ha) itu
- Namun, yang terbaru, Kamis (14/5/2026) sore, Fraksi Nasdem, akhirnya turut mendukung tiga fraksi
SURYAMALANG.COM, KABUPATEN MALANG - Dukungan untuk membongkar kasus dugaan carut-marut proyek bongkar ratoon atau bantuan bibit tebu di Kabupaten Malang senilai Rp 23 miliar, makin menguat di gedung DPRD Kabupaten Malang.
Dipastikan, kasus dugaan penyimpangan proyek ini bakal jadi bola panas di gedung dewan.
Sebab, bukan cuma tiga fraksi, yakni Fraksi PDIP, Gerindra, PKB, yang sudah kompak untuk menguak kegaduhan di kalangan petani terkait proyek peremajaan lahan tebu seluas 1.763 hektare (Ha) itu.
Namun, yang terbaru, Kamis (14/5/2026) sore, Fraksi Partai NasDem, akhirnya turut mendukung tiga fraksi, yang akan menggelar hearing terkait proyek benih bibit tebu, yang diduga diselewengkan itu.
Baca juga: Bancakan Proyek Bibit Tebu Rp 23 Miliar di Kabupaten Malang, 3 Fraksi Kompak Bakal Bongkar Kasus
"Fraksi kami memandang program bantuan untuk petani ini harus benar-benar tepat sasaran dan tidak boleh dicederai oleh dugaan praktik yang merugikan masyarakat."
"Petani tak boleh jadi korban kasus seperti ini," tegas Amarta Fasa ST M Sos, Ketua Fraksi NasDem.
Makanya, Fasa, yang Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Malang itu mendukung langkah pendalaman dan pengawasan secara objektif, transparan, dan berbasis data terhadap pelaksanaan program bongkar ratoon tebu tersebut.
Jika memang ditemukan adanya dugaan penyimpangan, pemotongan bantuan, maupun ketidaksesuaian kualitas bibit, maka seluruh pihak terkait, harus bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau anggaran puluhan miliar untuk petani sampai dijadikan bancakan, maka ini bukan sekadar pelanggaran administrasi."
"Tapi pengkhianatan terhadap rakyat kecil yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian seperti itu," tegas Fasa, anggota dewan tiga periode ini.
Baca juga: Dugaan Bancakan Proyek Bibit Tebu Rp 23 M, DPRD Malang Bakal Gandeng Jaksa dan Polisi Saat Hearing
Munculnya dukungan dari Fraksi NasDem itu disambut Zulham Akhmad Mubarrok, wakil ketua Fraksi PDIP dengan acungan empat jempol.
Itu artinya, kekuatan hearing, yang digagasnya bersama Feri Andi Suseko, anggota Fraksi Gerindra nanti kian punya daya gedor.
"Bagus lah, kita makin solid untuk membongkar kasus yang bikin gaduh di kalangan petani," ungkap Zulham.
Menurut Zulham, pada hearing nanti pihaknya akan menggandeng APH (Aparat Penegak Hukum) karena ada dugaan penyimpangan dana bantuan itu.
Menurutnya, proyek ini per hektar itu dapat bantuan Rp 14 juta dari lahan seluas 1.763 Ha, yang Rp 10 juta diberikan dalam bentuk bibit, sedang yang Rp 4 juta diberikan dalam bentuk uang.
| Nihil Kasus Antraks, DPKH Kabupaten Malang Imbau Peternak Tetap Waspada dan Jaga Kesehatan Ternak |
|
|---|
| 'Bancakan' Proyek Bibit Tebu Rp 23 Miliar di Kabupaten Malang, 3 Fraksi Kompak Bakal Bongkar Kasus |
|
|---|
| DPRD Gelar Evaluasi Dugaan Pelanggaran Surat Tugas Wabup Malang, Inspektorat Turun Tangan |
|
|---|
| Dugaan Pemalsuan Surat Perdin Lathifah Shohib, Bupati Malang dan Wabupnya Didamaikan Mendagri |
|
|---|
| Long Weekend Mei 2026, Wisata Sumber Sira Kabupaten Malang Bisa Jadi Destinasi Menikmati Liburan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Amarta-Fasa-ketua-Fraksi-NasDem-siap-mendukung-bongkas-kasus-bibit-tebu.jpg)