Rabu, 20 Mei 2026

Kota Malang

Polresta Malang Kota Buru Pengendara Motor Pelat Merah yang Kabur Pasca Kecelakaan dengan Pesepeda

Polresta Malang Kota menelusuri identitas pengendara motor pelat merah yang terlibat kecelakaan dengan pesepeda di Jalan Raya Segaran

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
OLAH TKP - Septia Verra Kusumawardani berada di lokasi kejadian saat olah TKP bersama petugas dari Satlantas Polresta Malang Kota, Selasa (19/5/2026). Hingga Selasa malam pukul 19.00, pengendara sepeda motor pelat merah yang terlibat kecelakaan, belum diketahui keberadaannya. 

Rio memastikan akan memanggil pengendara ketika identitasnya diketahui.

“Nanti akan dilakukan pemeriksaan awal dulu."

"Kenapa bisa terjadi dan kenapa pergi atau tidak berkomunikasi dengan korban dulu,” jelasnya.

Nurulloh Rizka Setiadi, suami korban telah datang ke Unit Laka Satlantas Polresta Malang Kota, Selasa (19/5/2026).

Ia telah diterima oleh petugas dan menceritakan kronologi peristiwa tersebut.

"Laporan saya ke polisi tujuannya agar bisa dipertemukan dengan pengendara."

"Saya ingin ini diselesaikan baik-baik, secara kekeluargaan," ujar Rizka.

KABUR PASCA KECELAKAAN – Pengendara sepeda motor berpelat merah yang tertangkap CCTV pasca kecelakaan di Jalan Segaran, Kota Malang. Korbannya adalah pengendara sepeda pancal.
KABUR PASCA KECELAKAAN – Pengendara sepeda motor berpelat merah yang tertangkap CCTV pasca kecelakaan di Jalan Segaran, Kota Malang. Korbannya adalah pengendara sepeda pancal. (ISTIMEWA)

Diberitakan sebelumnya, Septia Verra Kusumawardani (34) mengalami kecelakaan di Jalan Raya Segaran, Minggu (17/5/2026).

Akibat peristiwa tersebut, Verra mengalami luka di lutut, tangan, dan bagian wajah kanannya.

Diceritakan Verra, peristiwa itu terjadi ketika ia sedang mengendarai sepeda dari arah Kabupaten Malang menuju Kota Malang.

Dari arah berlawanan, sepeda motor berpelat merah menyeberang menuju sebuah bengkel pinggir jalan.

Dalam kesaksiannya, Verra mengatakan pengendara sempat memarkir sepeda motor.

Namun belum sepenuhnya terlepas dari sepeda motor, tubuh pengendara miring ke kiri atau masuk badan jalan.

Verra yang melaju tidak bisa menghindar sehingga setir sepedanya bertabrakan dengan tangan kiri pengendara.

“Akibatnya, setir saya mengenai tangan kiri orang itu. Saya tidak bisa mengendalikan sepeda dan jatuh,” ujar Verra.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved