Kamis, 21 Mei 2026

Malang

Gelar Bootcamp untuk Kreator, Penerbit Haru Efektifkan Ruang Digital Sebagai Medium Tumbuh Bersama

Demi mencetak generasi baru kreator literasi yang kredibel di era digital, Penerbit Haru sukses menggelar K-Book Content Camp 2026 di tiga kota besar.

Tayang:
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA
BOOTCAMP UNTUK KREATOR - Suasana acara K-Book Content Camp yang digelar Penerbit Haru berkolaborasi dengan Media Literasi. Acara berlangsung hybrid di tiga kota, yaitu Malang, Yogyakarta, dan Jakarta, pada 19 April hingga 9 Mei 2026, sebagai upaya menyebarkan semangat literasi sekaligus mencetak kreator serta affiliator buku yang kredibel dan relevan. 

Ringkasan Berita:
  • Penerbit Haru sukses menyelenggarakan K-Book Content Camp pada 19 April hingga 9 Mei 2026 secara hybrid di tiga kota, yaitu Malang, Yogyakarta, dan Jakarta. 
  • Event ini diinisiasi untuk menjawab tantangan minimnya jumlah kreator dan affiliator buku yang aktif serta konsisten di Indonesia.
  • Menurut Founder Penerbit Haru, memasarkan buku memerlukan pendekatan khusus yang berakar pada kecintaan membaca dan kemampuan memahami cerita secara personal.

SURYAMALANG.COM, MALANG - Penerbit Haru menggelar K-Book Content Camp sebagai upaya menyebarkan semangat literasi sekaligus mencetak kreator serta affiliator buku yang kredibel dan relevan.

Event yang diselenggarakan secara hybrid di tiga kota, yaitu Malang, Yogyakarta, dan Jakarta ini, berlangsung pada 19 April hingga 9 Mei 2026.

Latar belakang diselenggarakannya event ini berasal dari tantangan internal yang dihadapi Penerbit Haru dalam mencari kreator dan affiliator buku yang aktif serta konsisten.

Dibandingkan industri lain seperti fashion atau beauty, jumlah kreator buku masih relatif sedikit, padahal peran mereka sangat penting dalam memperluas jangkauan buku dan membangun minat baca masyarakat.

Founder Penerbit Haru, Lia Indra Andriana, mengungkapkan bahwa mencari affiliator buku memiliki tantangan tersendiri, karena dunia buku sangat berkaitan dengan minat baca dan keterhubungan personal terhadap cerita.

“Affiliator buku itu berbeda dengan kategori lain. Kalau fashion atau beauty mungkin orang bisa langsung jual karena produknya visual. Tapi buku harus dimulai dari kecintaan terhadap membaca dan kemampuan memahami cerita. Itu yang membuat mencari kreator dan affiliator buku yang cocok menjadi lebih menantang,” ujarnya.

Bedah Kedekatan Emosional

Selain menjadi ruang belajar mengenai dunia konten digital, acara ini juga menjadi tempat diskusi mengenai bagaimana buku dapat lebih dekat dengan generasi muda melalui media sosial.

Salah satu buku Korea yang menjadi highlight dalam K-Book Content Camp, adalah I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki karya Baek Se-hee, yang banyak dibahas sebagai contoh bagaimana cerita personal dan isu kesehatan mental dapat terasa dekat dengan pembaca muda Indonesia.

Baca juga: Fasilitasi Pengembangan Afiliator, Penerbit Haru Hadir di Malang dalam Jagongan Buku Fallen Petals

Peserta juga diajak memahami bagaimana storytelling dalam buku Korea memiliki kedekatan emosional dengan audiens Indonesia, terutama melalui tema kehidupan sehari-hari, kesehatan mental, tekanan sosial, hingga relasi antarmanusia yang sering dirasakan generasi muda saat ini.

Gandeng Media Literasi

Dalam penyelenggaraannya, K-Book Content Camp juga melibatkan Media Literasi sebagai partner pengembangan ekosistem kreator buku.

Media Literasi dikenal sebagai Shopee MCN dan TikTok Shop Partner (TSP) yang salah satu fokusnya bergerak di dunia literasi dengan ratusan anggota kreator dan affiliator buku di dalam ekosistemnya.

Kehadiran Media Literasi menjadi salah satu bentuk upaya untuk menjembatani dunia literasi dengan perkembangan industri konten digital dan social commerce yang saat ini berkembang pesat.

Melalui kolaborasi ini, peserta tidak hanya belajar membuat konten buku, tetapi juga memahami bagaimana membangun komunitas, personal branding, hingga peluang pengembangan karier sebagai kreator dan affiliator buku.

Untuk memaksimalkan pengalaman peserta, materi pembelajaran yang diberikan berbasis praktik dengan penekanan pada pengalaman langsung dalam memproduksi konten buku.

Peserta juga mendapatkan pendampingan langsung dari para praktisi industri, mulai dari analisis storytelling lintas budaya, cara kerja algoritma media sosial, hingga bagaimana membangun keterhubungan dengan audiens.

Didukung LTI Korea 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved