Kamis, 21 Mei 2026

Kota Malang

Spesies Langka Anggrek Anoectochilus Papuanus dan Aconthophippium Bicolor Ditemukan di Gunung Semeru

Tim TNBTS menemukan 2 spesies baru anggrek jenis Anoectochilus Papuanus dan Aconthophippium Bicolor di Gunung Semeru.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA/TNBTS
SPESIES ANGGREK LANGKA : Spesies anggrek baru yang ditemukan di Gunung Semeru. Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor. 

Ringkasan Berita:
  • Tim dair Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menemukan dua spesies baru di Gunung Semeru. 
  • Dua spesies itu adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor.
  • Temuan dua spesies baru itu berada di elevasi sekitar 800-1.100 meter mdpl.
  • Kedua spesies anggrek baru itu tergolong langka karena relatif sulit ditemukan di habitat alaminya. 

 

SURYAMALANG.COM | MALANG – Dua spesies anggrek baru ditemukan di Gunung Semeru, Jawa Timur.

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor.

Pihak TNBTS telah selesai melakukan identifikasi menyeluruh pada tahun ini sebelum memastikan dua jenis anggrek baru tersebut. 

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan TNBTS, Toni Artaka, mengatakan temuan Anoectochilus papuanus pertama kali terjadi pada 2022.

Sedangkan Aconthophippium bicolor ditemukan pada 2023 di lereng selatan Gunung Semeru.

Temuan dua spesies baru itu berada di elevasi sekitar 800-1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

Temuan dua spesies anggrek ini menjadi kabar gembira untuk dunia konservasi di Jawa Timur.

"Sejak ditemukan sampai pengajuan jurnal ilmiah, butuh waktu sekitar satu sampai dua tahun. Setelah itu proses publikasi ilmiah. Penemuan dua jenis anggrek itu merupakan catatan baru untuk Pulau Jawa dan Indonesia," kata Toni, Rabu (20/5/2026).

Anoectochilus papuanus setinggi 12 sentimeter dengan ciri daun berurat. Ukuran daun antara 2 sentimeter hingga lima sentimeter. 

Warnanya perpaduan antara marun dan putih. Terdapat rambut halus pada seluruh bagian bunga.

Sedangkan Aconthophippium bicolor memiliki tinggi sekitar 60 sentimeter, terhitung mulai dari pangkal tanaman hingga ujung daun dan terdapat dua daun berwarna hijau yang bertahan sepanjang tahun. 

"Umbi semunya memiliki panjang hingga 20 sentimeter dan tumbuh merumpun. Bunganya memiliki ukuran diameter mencapai empat sentimeter, berbentuk menyerupai kendi, dan berwarna merah menyala berpadu kuning pucat," ujarnya.

Spesies Anoectochilus papuanus tercatat memiliki sebaran di Papua hingga Kepulauan Solomon.

Lalu, untuk Acanthophippium bicolor diketahui tersebar di wilayah India dan Sri Lanka.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved