Kamis, 21 Mei 2026

Kota Malang

Spesies Langka Anggrek Anoectochilus Papuanus dan Aconthophippium Bicolor Ditemukan di Gunung Semeru

Tim TNBTS menemukan 2 spesies baru anggrek jenis Anoectochilus Papuanus dan Aconthophippium Bicolor di Gunung Semeru.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: iksan fauzi
SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA/TNBTS
SPESIES ANGGREK LANGKA : Spesies anggrek baru yang ditemukan di Gunung Semeru. Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), dua spesies baru tersebut adalah Anoectochilus papuanus dan Aconthophippium bicolor. 

Toni menyatakan berdasarkan status global dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), Aconthophippium bicolor dan Anoectochilus papuanus masuk kategori not evaluated atau belum dievaluasi.

Identifikasi yang telah dilakukan juga menyatakan kedua spesies anggrek baru itu tergolong cukup langka karena relatif sulit ditemukan di habitat alaminya. 

Namun, status konservasi yang lebih spesifik dan resmi masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Pegiat budidaya anggrek asal Kota Batu, Dedek Setia Santoso, menyambut positif penemuan dan identifikasi spesies anggrek baru di Indonesia.

Menurutnya, temuan-temuan tersebut dapat memperkaya khazanah jenis anggrek nasional dan berpotensi menjadi bahan pengembangan varietas baru.

Dedek mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan spesies anggrek yang sangat besar.

Bahkan, jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan ribu spesies dan terus bertambah seiring adanya penelitian maupun temuan baru dari para pecinta anggrek.

“Banyak anggrek baru yang ditemukan, bahkan banyak juga dari orang-orang anggrek sendiri,” ujar Dedek.

Ia menjelaskan, dalam dunia budidaya anggrek terdapat dua kelompok utama, yakni anggrek spesies dan anggrek hybrid atau hasil persilangan.

Menurutnya, banyak jenis anggrek di Indonesia yang telah dipatenkan.

Meski demikian, tidak semua anggrek baru memiliki nilai ekonomis tinggi atau layak dikembangkan secara komersial.

“Belum tentu punya nilai komersial. Misalkan ditemukan jenis baru, belum tentu bisa diperjualbelikan atau diminati penghobi,” katanya.

Baca juga: Loh Gak Bahaya Ta? Kawasan Gunung Bromo Dipakai untuk Aktivitas Paralayang, Begini Respons TNBTS

Sulit dikembangkan

Menurut Dedek, terdapat sejumlah faktor yang membuat anggrek spesies baru sulit dikembangkan. 

Salah satunya adalah regulasi yang cukup ketat untuk mendapatkan anggrek spesies tertentu.

Selain itu, faktor agroklimat juga menjadi tantangan utama dalam budidaya anggrek.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved