Sabtu, 30 Mei 2026

Kota Malang

Rupiah Makin Melemah Terhadap Dolar AS, Pakar UB Malang Ingatkan Masyarakat Jangan Panik

Rupiah semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada Kamis 28 Mei 2026, berada di kisaran Rp 17.870 per dolar

Tayang:
ISTIMEWA
RUPIAH MELEMAH - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) Malang, Wildan Syafitri, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah panik di tengah kondisi rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Ketika rupiah melemah, harga bahan baku impor otomatis meningkat.

Kondisi itu membuat biaya produksi naik dan pada akhirnya dibebankan kepada konsumen.

"Kalau rupiah melemah, biaya produksi meningkat dan akhirnya harga barang di masyarakat ikut naik."

"Contohnya bahan pangan seperti tempe atau produk berbasis terigu," katanya.

Menurut Wildan, kenaikan harga energi seperti BBM juga bisa memicu efek berantai karena berdampak pada biaya distribusi, transportasi, hingga harga barang secara umum.

"Meningkatnya harga BBM itu karena beberapa komponennya masih impor."

"Akhirnya biaya produksi naik dan produsen membebankan ke konsumen," jelasnya.

Meski rupiah melemah, Wildan menilai kondisi ekonomi Indonesia saat ini belum mengarah pada krisis besar seperti tahun 1998.

Ia menegaskan, ada perbedaan mendasar antara kondisi saat ini dengan krisis moneter 1998, mulai dari regulasi ekonomi yang lebih kuat, inflasi yang masih terkendali, hingga kemampuan pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

"Kalau dibandingkan 1998 itu berbeda. Regulasi sekarang lebih kuat dan kebutuhan pokok masih bisa dijangkau masyarakat," ujarnya.

Wildan mengakui ada penurunan konsumsi pada kelompok tertentu, khususnya kelas menengah.

Namun menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan belum menjadi sinyal krisis serius.

Ia menyebut ancaman krisis ekonomi biasanya ditandai jika pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi selama dua kuartal berturut-turut, disertai inflasi tinggi dan penurunan daya beli secara drastis.

"Potensi krisis tentu selalu ada, tetapi kondisi sekarang masih relatif aman dan terkendali," katanya.

Wildan menilai, menjaga optimisme masyarakat menjadi salah satu kunci penting agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved