Penerimaan Murid Baru Malang Raya
Fenomena SPMB SMP Kota Malang, Ortu Terkendala Data Alamat hingga Ada yang Selesai Daftar 15 Menit
Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
Ringkasan Berita:
- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa
- Ada kendala verifikasi data dalam sistem daring, sementara yang lain justru menilai proses pendaftaran tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya
- Orang tua siswa, Agung Priyo, mengaku mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara daring
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa.
Sebagian mengaku masih menghadapi kendala verifikasi data dalam sistem daring, sementara yang lain justru menilai proses pendaftaran tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu orang tua siswa, Agung Priyo, mengaku mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara daring.
Padahal, Agung mendaftarkan anaknya pada pukul 00.05 dini hari, Senin (8/6/2026).
Ia sengaja mengakses sistem sejak pukul 00.05 WIB untuk menghindari antrean pengguna yang diperkirakan membludak pada pagi hari.
“Saya mendaftar pukul 00.05 WIB. Saya sengaja malam karena khawatir kalau pagi ramai dan sistem menjadi lambat,” kata Agung kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/6/2026).
Namun saat proses verifikasi berlangsung, pendaftarannya justru ditolak oleh sistem.
Menurut Agung, penolakan terjadi karena terdapat perbedaan alamat yang muncul setelah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dimasukkan ke dalam sistem.
Baca juga: Bisa via Online, Tapi Wali Murid Pilih Datang ke Sekolah untuk Daftar Ulang SMPN 3 Kepanjen Malang
Saat memasukkan NISN anaknya, seluruh data otomatis muncul, termasuk alamat yang tercantum dalam sistem. Alamat tempat tinggal Agung berbeda dengan yang tertera di sistem.
“Alamat yang muncul di data NISN itu Kolonel Sugiono Gang 8, padahal alamat saya Gang 6,” ujarnya.
Padahal alamat yang muncul tersebut merupakan alamat sekolah dasar anaknya, bukan alamat tempat tinggal saat ini.
“Yang muncul itu alamat SD-nya. Saya tidak pernah mengisi alamat Gang 8,” katanya.
Agung mengaku baru mengetahui status penolakan tersebut pada pagi hari setelah kembali memeriksa perkembangan pendaftarannya. Hingga Senin siang, persoalan tersebut masih belum terselesaikan.
Ia pun berencana mendatangi posko layanan SPMB yang dibuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.
“Saya disarankan datang ke posko pendaftaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kemungkinan besok pagi saya ke sana,” ujarnya.
Agung mengaku khawatir persoalan administrasi tersebut berdampak pada peluang anaknya memperoleh bangku sekolah negeri. Padahal, sekolah yang dituju berada relatif dekat dengan tempat tinggalnya.
Ia berencana mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 2, SMP Negeri 9, dan SMP Negeri 19 Kota Malang.
“Jarak sekolah yang paling dekat sekitar satu kilometer dari rumah,” katanya.
Sebagai orang tua, ia mengaku wajar apabila muncul kekhawatiran ketika proses penerimaan siswa baru belum memberikan kepastian.
Menurutnya, sekolah yang dekat dengan rumah memudahkan pengawasan dan pendampingan terhadap perkembangan anak.
“Kalau sekolah dekat, pengawasannya lebih mudah. Mental anak juga bisa lebih kita perhatikan,” ujarnya.
Agung berharap pelaksanaan SPMB berbasis daring dapat berjalan lebih transparan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.
“Seharusnya dengan sistem daring bisa lebih baik. Dulu waktu saya sekolah memang manual, tetapi jelas. Kalau seperti ini kami harus bolak-balik mengurus,” katanya.
Baca juga: Harga Kebutuhan Pokok di Kota Malang Mengalami Fluktuatif, Pedagang dan Warga Rasakan Dampaknya
Ia mengaku belum bisa merasa tenang sebelum status pendaftaran anaknya benar-benar dinyatakan aman.
“Kalau belum masuk begini, hati belum lega,” ujarnya.
Berbeda dengan Agung, pengalaman positif dirasakan orang tua siswa lainnya, Pdt David Tobing. Warga Sawojajar tersebut mengaku berhasil menyelesaikan seluruh proses pendaftaran hanya dalam waktu kurang dari 15 menit.
“Tadi pagi sekitar jam delapan saya daftar daring. Tidak sampai 15 menit sudah selesai,” katanya.
Menurut David, sistem pendaftaran tahun ini berjalan cukup lancar dan tidak menemui kendala berarti.
Proses penentuan lokasi sekolah juga dinilai lebih mudah karena sistem secara otomatis menampilkan titik lokasi sesuai domisili calon siswa.
“Sudah lewat sistem, tinggal memindahkan titik saja,” ujarnya.
David mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 21 Kota Malang yang berjarak sekitar 531 meter dari rumahnya.
“Jaraknya 531 meter dan langsung terlihat secara real di sistem,” katanya.
Ia mengaku cukup optimistis anaknya dapat diterima karena jarak domisili yang relatif dekat dengan sekolah tujuan.
“Kalau melihat radiusnya, saya cukup yakin peluangnya besar,” ujarnya.
Meski demikian, David memahami kekhawatiran yang dirasakan sebagian orang tua karena pernah mengalami kendala juga beberapa tahun lalu.
Saat mendaftarkan anak pertamanya ke SMP sekitar lima tahun lalu, ia sempat menghadapi gangguan jaringan yang menyebabkan kepanikan.
“Waktu anak pertama dulu memang sempat ada gangguan sistem. Saat itu bikin panik juga,” katanya.
Namun dibandingkan periode sebelumnya, ia menilai kualitas sistem SPMB saat ini jauh lebih baik. Setelah menyelesaikan pendaftaran, ia langsung memperoleh bukti pendaftaran resmi dari sistem.
“Hasilnya langsung jelas. Kami sudah memegang bukti pendaftaran dan tinggal menunggu pengumuman tanggal 12 nanti,” ujarnya.
Baca juga: Diskon 30 Persen Kereta Api Libur Sekolah 2026: 18 Rute dari Malang–Jakarta hingga Surabaya–Bandung
| DPRD Kota Malang Dorong Intervensi Sekolah Swasta untuk Atasi Keterbatasan Daya Tampung SMP Negeri |
|
|---|
| Pemkot Malang Perketat Zonasi untuk Mengatasi SD Negeri Kekurangan Murid, Belum Ada Rencana Merger |
|
|---|
| Pendaftaran SPMB Online di Kabupaten Malang, Banyak yang Bingung Cara Daftar hingga Persyaratan |
|
|---|
| Jelang SPMB 2026 Kota Malang, Orang Tua Khawatir Anak Tak Dapat Bangku Sekolah Negeri |
|
|---|
| Penerimaan Siswa Baru 2026 di Kota Batu, Persoalan Ini yang Paling Banyak Ditanyakan Wali Murid |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/Papan-informasi-Seleksi-Penerimaan-Murid-Baru-di-Dinas-Pendidikan-dan-Kebudayaan-Kota-Malang.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.