Selasa, 9 Juni 2026

Penerimaan Murid Baru Malang Raya

Fenomena SPMB SMP Kota Malang, Ortu Terkendala Data Alamat hingga Ada yang Selesai Daftar 15 Menit

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM/Purwanto
SPMB 2026 - Papan informasi Seleksi Penerimaan Murid Baru di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Senin (8/6/2026). Hari pertama pelaksanaan SPMB, ada orang tua yang terkendala pendaftaran, ada juga yang tidak mengalami kendala. 

Ringkasan Berita:
  • Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa
  • Ada kendala verifikasi data dalam sistem daring, sementara yang lain justru menilai proses pendaftaran tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya
  • Orang tua siswa, Agung Priyo, mengaku mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara daring

SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SMP di Kota Malang diwarnai pengalaman berbeda dari para orang tua siswa.

Sebagian mengaku masih menghadapi kendala verifikasi data dalam sistem daring, sementara yang lain justru menilai proses pendaftaran tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu orang tua siswa, Agung Priyo, mengaku mengalami kendala saat melakukan pendaftaran secara daring.

Padahal, Agung mendaftarkan anaknya pada pukul 00.05 dini hari, Senin (8/6/2026).

Ia sengaja mengakses sistem sejak pukul 00.05 WIB untuk menghindari antrean pengguna yang diperkirakan membludak pada pagi hari.

“Saya mendaftar pukul 00.05 WIB. Saya sengaja malam karena khawatir kalau pagi ramai dan sistem menjadi lambat,” kata Agung kepada SURYAMALANG.COM, Senin (8/6/2026).

Namun saat proses verifikasi berlangsung, pendaftarannya justru ditolak oleh sistem.

Menurut Agung, penolakan terjadi karena terdapat perbedaan alamat yang muncul setelah Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dimasukkan ke dalam sistem.

Baca juga: Bisa via Online, Tapi Wali Murid Pilih Datang ke Sekolah untuk Daftar Ulang SMPN 3 Kepanjen Malang

Saat memasukkan NISN anaknya, seluruh data otomatis muncul, termasuk alamat yang tercantum dalam sistem. Alamat tempat tinggal Agung berbeda dengan yang tertera di sistem.

“Alamat yang muncul di data NISN itu Kolonel Sugiono Gang 8, padahal alamat saya Gang 6,” ujarnya.

Padahal alamat yang muncul tersebut merupakan alamat sekolah dasar anaknya, bukan alamat tempat tinggal saat ini.

“Yang muncul itu alamat SD-nya. Saya tidak pernah mengisi alamat Gang 8,” katanya.

Agung mengaku baru mengetahui status penolakan tersebut pada pagi hari setelah kembali memeriksa perkembangan pendaftarannya. Hingga Senin siang, persoalan tersebut masih belum terselesaikan.

Ia pun berencana mendatangi posko layanan SPMB yang dibuka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

“Saya disarankan datang ke posko pendaftaran di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kemungkinan besok pagi saya ke sana,” ujarnya. 

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved