Daftar Prestasi Salsa Erwina Hutagalung Tantang Debat Sahroni Sebut Bubarkan DPR Ide Orang Tolol

Daftar prestasi Salsa Erwina Hutagalung tantang debat Ahmad Sahroni yang sebut bubarkan DPR ide orang tolol pilih mundur tak mau meladeni.

Tangkap layar Youtube TVR Parlemen/@JadiDewasa101
DPR DITANTANG DEBAT - Salsa Erwina Hutagalung (KANAN) wanita yang tantang debat anggota DPR RI, Ahmad Sahroni ketika menjelaskan kalau anggota dewan itu tidak berani meladeni tantangannya. Ahmad Sahroni (KANAN) ketika rapat di parlemen. Kini prestasi hingga profesi Salsa terungkap. Salsa menantang Ahmad Sahroni lewat video di akun TikTok-nya, @salsaerwina, pada Selasa 26 Agustus 2025. 

SURYAMALANG.COM, - Seorang influencer bernama Salsa Erwina Hutagalung mendadak jadi sorotan karena keberaniannya menantang debat Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni pada Selasa, (26/8/2025) lalu.

Salsa melontarkan tantangan setelah kesal dengan ucapan Ahmad Sahroni yang menyebut wacana pembubaran DPR RI adalah ide orang tolol sedunia, ucapan itu seolah-olah mengarah pada rakyat yang melontarkan aspirasi.

Desakan bubarkan DPR memang menggema di media sosial sampai benar-benar terjadi demo pada Senin 25 Agustus 2025 lalu di kawasan gedung DPR RI Jakarta dan berbuntut ricuh. 

Massa dalam tuntutannya mengecam tunjangan rumah DPR RI yang mencapai Rp50 juta per-bulan di tengah kondisi rakyat yang berjibaku dengan kemiskinan dan pengangguran. 

Baca juga: Teka-teki Kompol C Ditangkap Usai Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Pangkatnya Paling Tinggi

Sebelum demo meletus, Ahmad Sahroni sempat dimintai komentar mengenai desakan pembubaran DPR.

Politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu menyebut soal "orang tolol sedunia" saat merespons wacana pembubaran DPR RI.  

"Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma mental bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia," kata Ahmad Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumut, Jumat (22/8/2025).

Sontak, ucapan Ahmad Sahroni ramai dikritik netizen bahkan mantan Wakapolri, Oegroseno turut mengomentari pernyataan itu dan merasa ikut sakit hati. 

Salsa Erwina Hutagalung asal Tangerang yang kini tinggal di Denmark ikut geram dengan hal tersebut lalu menantang Ahmad Sahroni untuk debat. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Kapal Bintang Sukses Mandiri 8 Asal Pekalongan Terdampar di Pantai Niyama Tulungagung

Jika Sahroni kalah, tunjangan DPR harus dibatalkan dan bila Salsa kalah, ia akan mendukung tunjangan DPR tersebut.

"Yang ngatain rakyat tolol, sini aku tantang debat kamu @ahmadsahroni88 dari partai @official_nasdem. Kita buktikan siapa yang sebenernya tolol dan tidak bekerja untuk kepentingan rakyat!" tegas Salsa di Instagramnya @salsaer, Selasa (26/8/2025).

"Kita pilih juri debat profesional kalo bisa yang internasional, disaksikan seluruh masyarakat Indonesia. Berani? bertanggung jawab sama kata-kata kamu ngatain bos yang bayar gaji kamu “tolol”. Namanya gak tau diri, duitnya diembat, dikatain, manusia maruk bin gak tau diri," imbuhnya. 

Sedangkan Ahmad Sahroni melalui akun Instagram-nya mengaku tidak akan meladeni orang yang mengajaknya debat.

"Ane gak akan ladenin orang yang ajak debat ane, ane mau bertapa dulu biar pinter kerena ane masih bloon. Ane ini masih bego," tulisnya pada unggahan akun @ahmadsahroni88.

Sahroni juga sempat mengunggah foto Salsa yang sedang berbicara di media televisi.

"Jauh yah ibu ini ... lagi lomba debat di Denmark yah?? selamat ya bu semoga debatnya menang dan terus menang... ibu juara dan juara," tulisnya.

Prestasi Salsa Erwina Hutagalung

Salsa Erwina Hutagalung memiliki latar belakang pendidikan dan prestasi yang mumpuni sehingga berani menantang debat Sahroni. 

Bukan influencer biasa, Salsa aktif menyuarakan opini, analisis sosial, dan puisi melalui media sosial seperti TikTok dan Instagram dengan segudang prestasi akademik di dalam hingga luar negeri, di antaranya sebagai berikut:

1. Juara lomba debat se–Asia Pasifik di Nanyang Technological University, Singapura (2014).

2. Mewakili Indonesia di World Debating Championship di Berlin, Jerman (2012), hingga babak perempat final.

3. Salsa merupakan lulusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Sejak masa kuliah, Salsa dikenal aktif dan sering menorehkan berbagai prestasi akademik bahkan pada tahun 2014 masuk 10 besar mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Prestasinya semakin lengkap dengan gelar pembicara terbaik ketiga pada kategori Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing.

Catatan tersebut memperlihatkan kapasitas intelektualnya yang mumpuni sejak muda.

4. Pernah menjabat sebagai Head of Growth di iPrice Group, yang menunjukkan ketertarikannya pada topik personal development melalui tulisannya di Medium.

Profesi

Kini Salsa tinggal di Aarhus, Kota terbesar kedua di Denmark dan bekerja sebagai Strategic Manager di perusahaan energi Vesta yang fokus pada pengembangan energi terbarukan. 

Perusahaan Vertas merupakan produsen, penjual, pemasang, dan penyedia layanan turbin angin asal Denmark yang didirikan pada tahun 1945.

Baca juga: Sosok Affan Kurniawan Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob Masih 21 Tahun, 7 Polisi Ditangkap

Melalui akun X (Twitter), Salsa menyebut dirinya sebagai humanist dan calon filantropis dengan kecenderungan terhadap perkembangan diri, literasi keuangan, psikologi, dan ekonomi.

Salsa juga dikenal sebagai host podcast “Jadi Dewasa 101” dan founder dari channel atau akun dengan nama serupa.

Klarifikasi Sahroni

Sementara itu, Sahroni menegaskan pernyataannya soal “orang tolol sedunia” bukan ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan pada pola pikir pihak-pihak yang menilai DPR bisa dibubarkan begitu saja hanya karena isu gaji dan tunjangan.

“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada,” kata Sahroni saat dihubungi Kompas.com (grup suryamalang), Selasa (26/8/2025).

“Bahasa tolol itu bukan pada obyek masyarakat, tapi pada logika berpikir yang menganggap DPR bisa bubar hanya karena gaji dan tunjangan,” ujarnya.

Baca juga: Solidaritas untuk Affan Kurniawan, Ribuan Ojol Bakal Gelar Unjuk Rasa di Polda Jatim Jumat Malam

Sahroni juga mengingatkan pembubaran DPR justru bisa melemahkan sistem demokrasi Indonesia.

Menurut Sahroni, DPR tetap dibutuhkan untuk menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah.

“Emang setelah bubar DPR, siapa yang mau jalankan pengawasan? Kalau presiden pegang kekuasaan penuh tanpa DPR, justru bahaya,” katanya. 

(Kompas.com/WartaKotaLive.com/TribunSumsel.com)

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp 

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved