Jumat, 24 April 2026

Ramadhan 2026

Daftar Sunnah Rasulullah SAW Selama Ramadhan 1447 H: Bagi Takjil hingga Banyak Istigfar

Ramadan 1447 H bukan sekadar menunda makan, tapi momen meneladani kemuliaan Nabi, dari manisnya berbagi takjil hingga khusyuknya istigfar.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
SUNAH RAMADHAN 1447 H - Sejumlah pelajar SMA Alfa Centauri berbagi takjil kepada warga pengguna jalan di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025). Tak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, puasa yang berkualitas adalah puasa yang menghidupkan kebiasaan atau sunah Rasulullah SAW. 

Anjuran ini tertuang dalam sejumlah hadis, salah satunya hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Hadis lain yang menyebutkan, Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka adalah hadis dari Aisyah RA.

Baca juga: Bacaan Dzikir Setelah Sholat Subuh Ramadhan 1447 H: Amalan Penghapus Dosa dan Pelindung Api Neraka

“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)

Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.

“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)

2. Tidak Melewatkan Sahur

Selain menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melwatkan sahur.

Mengapa demikian? karena kata Rasul, di dalam sahur terdapat keberkahan dan Allah beserta malakait-malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang tidak meninggalkan sahurnya, seperti yang dikatakan hadis berikut:

“Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)

“Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad)

Selain dua keutamaan di atas, sahur menjadi kegiatan penting dalam puasa Ramadan. Sebab, sahur menjadi pembeda antara puasa yang dijalankan umat Muslim dengan puasa yang dilakukan oleh umat agama lain.

“Dari Amru bin al-‘Ash, Rasulullah Saw bersabda, “Beda antara puasa kita dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” (HR Muslim)

3. Sedikit Tidur, Banyak Istigfar

Selama bulan Ramadan, Rasulullah Saw mengurangi waktu tidurnya di malam hari dan memperbanyak beribadah, termasuk memohon ampunan kepada Allah atau beristigfar.

Hal ini disebutkan dalam Al-Quran ayat Az-Zariyat 17 dan 18.

“Mereka (orang-orang yang bertakwa) sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS Az-Zariyat: 17-18)

4. Menjaga Lisan

Selain ibadah-ibadah konkret, Nabi Muhammad Saw juga melakukan amalan yang tidak tampak oleh pandangan, yakni menjaga lisannya agar tidak mengeluarkan kata-kata tak pantas.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved