Ramadhan
3 Waktu Terbaik untuk Tadarus Al-Qur'an dan Alasan Rasulullah SAW Melakukannya di Malam Hari
Ramadhan bukan cuma soal seberapa cepat khatam Al-Qur'an, tapi soal seberapa dalam ayat-ayat-Nya menyentuh hati di waktu-waktu mustajab.
Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Sarah Elnyora Rumaropen
Ringkasan Berita:
- Simak panduan strategis mengenai waktu-waktu terbaik untuk melakukan tadarus Al-Qur'an selama bulan Ramadan.
- Fokus utama jatuh pada malam hari, sebuah tradisi yang dijalankan oleh Rasulullah SAW karena suasana yang hening mendukung kekhusyukan dan tadabbur.
- Selain malam hari, terdapat tiga waktu mustajab lainnya yang sangat dianjurkan oleh para ulama seperti Imam an-Nawawi, yakni sepertiga malam terakhir, waktu setelah Subuh, serta masa transisi antara Maghrib dan Isya.
SURYAMALANG.COM, - Bulan Ramadhan merupakan momentum emas bagi umat Muslim untuk meraih keberkahan melalui Syahrul Qur’an.
Namun, tidak semua waktu memiliki nilai keutamaan yang sama dalam berinteraksi dengan kalam Ilahi.
Merujuk pada tradisi Rasulullah SAW yang melakukan tadarus bersama Malaikat Jibril setiap malam, para ulama mengklasifikasikan waktu-waktu "mustajab" yang dianggap paling afdal untuk bertadarus.
Memahami manajemen waktu ibadah ini menjadi kunci agar setiap ayat yang dilantunkan mampu meresap ke dalam jiwa dan memberikan ketenangan batin yang maksimal.
Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an
Bulan Ramadan sering dijuluki sebagai Syahrul Qur’an atau Bulannya Al-Qur’an sebab di bulan ini, umat Islam berbondong-bondong menghidupkan malam dan siang mereka dengan melantunkan ayat-ayat suci.
Aktivitas membaca Al-Qur'an memiliki dimensi ruang dan waktu yang memengaruhi keutamaannya.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Malang, Batu, Surabaya Selasa 3 Maret 2026 Lengkap dengan Waktu Sholat dan Kajian
Meskipun membaca Al-Qur'an di waktu kapan pun tetap mendatangkan pahala, para ulama memberikan panduan strategis agar kita bisa mendapatkan "intisari" keberkahan Ramadan.
Malam Hari: Waktu Paling Dianjurkan untuk Bertadarus
Mengutip baznas, secara umum, waktu yang paling dianjurkan untuk bertadarus di bulan Ramadhan adalah pada malam hari.
Landasan utamanya adalah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim yang menceritakan Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah SAW setiap malam di bulan Ramadhan untuk melakukan mudarasah (tadarus) Al-Qur'an.
Malam hari dipilih karena suasana yang lebih tenang dan hening.
Baca juga: GP Ansor Jatim Dirikan 400 Posko Ramadhan untuk Jaga Keamanan Ibadah
Pada waktu ini, hiruk-pikuk duniawi mulai mereda, sehingga hati dan pikiran lebih mudah untuk berkonsentrasi (khusyu’) dalam merenungi setiap ayat.
Allah SWT juga berfirman dalam QS. Al-Muzzammil ayat 6 bahwa bangun di waktu malam itu lebih tepat untuk khusyuk dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
Klasifikasi Waktu Utama Menurut Imam an-Nawawi
Lebih spesifik lagi, para ulama seperti Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan beberapa pembagian waktu utama untuk membaca Al-Qur’an:
1. Di Luar Salat
Waktu paling utama adalah di sepertiga malam terakhir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/3-Waktu-Terbaik-untuk-Tadarus-Al-Quran-dan-Alasan-Rasulullah-SAW-Melakukannya-di-Malam-Hari.jpg)