Malang Raya
Hebat, Pemkot Malang Luncurkan Aplikasi Kantin Sehat Buat Siswa, Simak Manfaatnya
Aplikasi yang memberi layanan pre order atau layanan cepat saat istirahat ini sengaja dihadirkan untuk mengurangi jajanan tak sehat di sekolah
Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Pemerintah Kota Malang secara resmi menerapkan manajemen Kantin Sekolah Elektronik (KSE), sebuah aplikasi untuk perbaikan keamanan dan gizi Panganan Janan Anak Sekolah (PJAS).
Peluncuran penerapan aplikasi ini dibarengkan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Balai Kota Malang, Selasa (2/5/2017).
Aplikasi yang memberi layanan pre order atau layanan cepat saat istirahat ini sengaja dihadirkan untuk mengurangi jajanan tak sehat di lingkungan sekolah.
CEO Fox Asia-penggasan aplikasi-, Achmad Wahju mengatakan, program keamanan gizi ini nantinya akan menempatkan ahli gizi di semua sekolah yang ada di Kota Malang, mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas.
"Saat ini coba diterapkan di Kota Malang. Alat yang kami berikan sifatnya ini adalah gratis. Terdiri dari tiga tablet, tiga scanner, dan aplikasi KSE," ujar Wahju, Selasa (2/5/2017).
Manajemen KSE nantinya membantu terbentuknya komunitas kantin sekolah yang dikelola secara higienis, sehat, dan aman bagi anak sekolah. Orang tua juga bisa memantau makanan apa yang tersaji di kantin.
"Ketika terbentuk kantin sehat, maka anak sekolah mengkonsumsi makanan sehat dan higienis sehingga menciptakan generasi sehat," tegasnya. Manajemen dan aplikasi KSE ini nantinya diterapkan di sejumlah kantin sekolah di Kota Malang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Asih tri Rachmi mengatakan pihaknya memiliki program pembinaan kesehatan dan higienitas ke kantin sekolah. Ia menyebut sebagian besar kantin sekolah menyajikan makanan aman untuk dikonsumsi anak-anak.
"Kalau kantin sebagian besar sudah memenuhi higienitas. Secara berkala makanan yang dijual juga dipantau, oleh Puskesmas setempat," ujar Asih yang dihubungi, Selasa (2/5/2017).
Asih menegaskan yang patut diwaspadai dari jajanan di sekolah adalah penjualan di luar sekolah. Ia mengakui ada banyak pedagang berjualan secara bebas di luar sekolah.
"Malah kalau boleh dibilang tanda kutip berbahaya adalah makanan yang dijual di luar sekolah atau luar kantin," tegasnya.
Berdasarkan pemantauan berkala oleh Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di sekolah, masih ada makanan yang mengandung pewarna, pengawet, juga pemanis buatan. Selain itu, lanjut Asih, makanan yang digoreng memakai minyak yang dipakai beberapa kali juga berbahaya bagi kesehatan.
Pemantauan ini seperti dilakukan pada 140 sampel makanan dan minuman pada akhir 2016 lalu. Makanan yang dijadikan sampel antara lain krupuk, mie basah, baksi, sirup, es, minuman ringan, sambal, dan saus. Hasilnya, ditemukan bahan berbahaya di makanan itu.