SuryaMalang/

KPK Geledah Balai Kota Malang

KPK Ternyata Sudah Sita Belasan Ponsel Anggota DPRD Kota Malang, Kasusnya Mulai Terbuka?

Ponsel yang disita disebut milik mereka yang pernah sebelumnya diperiksa penyidik KPK di Jakarta tahun 2016.

KPK Ternyata Sudah Sita Belasan Ponsel Anggota DPRD Kota Malang, Kasusnya Mulai Terbuka?
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah ruangan kerja di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (10/8/2017). Penggeledahan ini dilakukan setelah KPK menetapkan Ketua DPRD Kota Malang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pemulusan APBD Pemkot Malang tahun 2015. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Bila proses pemeriksaan para anggota DPRD Kota Malang djadwalkan akan dimulai pekan depan, tapi ponsel milik anggota dewan nampaknya telah lebih dulu diperiksa. Ada belasan ponsel milik anggota DPRD Kota Malang yang disita penyidik KPK.

"Saya dengar memang ponsel milik teman-teman dipinjam sama KPK. Jumlahnya cukup banyak, hampir semua yang dipanggil ke Jakarta kemarin," ujar Wakil Ketua DPRD Kota Malang HM Zainuddin kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (12/8/2017).

Zainuddin mengaku tidak tahu berapa jumlah pasti telepon anggota dewan yang disita. Ponsel yang disita itu sekalian nomor di dalamnya. Dari informasi yang dihimpun Surya, ada sekitar 15 ponsel yang disita.

Zainuddin menegaskan, tidak semua ponsel milik Badan Anggaran DPRD Kota Malang disita KPK. "Sepertinya campur. Tidak semua Badan Anggaran," imbuhnya.

Ponsel yang disita disebut milik mereka yang pernah sebelumnya diperiksa penyidik KPK di Jakarta tahun 2016.

Di Badan Anggaran, Zainuddin menjabat sebagai wakil ketua. Tetapi ponselnya tidak disita. Tahun 2016, dia juga tidak termasuk dalam daftar yang dimintai keterangan oleh KPK.

Hal yang sama juga terjadi pada Imam Fauzi. Imam adalah anggota Badan Anggaran, ponselnya juga tidak disita. Fauzi juga tidak pernah dimintai keterangan oleh penyidik KPK di Jakarta.

"Tetapi kok kabarnya saya dan Pak Fauzi besok diperiksa juga sebagai saksi. Tetapi sejauh ini saya belum membaca surat panggilan itu. Saya juga belum mendapat kabar dari Sekwan tentang panggilan itu," tegas Zainuddin.

Sementara itu dari penelusuran SURYAMALANG.COM, ponsel yang disita antara lain milik Yaqud Ananda Gudban dan Bambang Sumarto. 

Sebelumnya Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut ponsel sejumlah pejabat di Kota Malang disita. Ponsel yang disita milik anggota legislatif juga milik pejabat eksekutif di Pemkot Malang. Hanya dalam keterangan pers Jumat (11/8/2017) Febri tidak menyebut ponsel siapa saja yang disita.

Seperti diketahui, KPK menyidik dua perkara di Kota Malang. Keduanya dugaan pemberian hadiah oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan (PUPPB) Kota Malang tahun 2015 Jarot Edy Sulistyono kepada Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dalam penganggaran proyek DPUPPB di P-APBD 2015.

Dan pemberian hadiah kepada Arief Wicaksono oleh Komisaris PT ENK Hendarwan Maruszaman dalam perkara pemberian janji penganggaran kembali proyek pembangunan jembatan Kedungkandang di APBD 2016.

Di perkara pertama, Arief menerima menerima hadiah uang sebesar Rp 700 juta dari Jarot. Sedangkan di perkara kedua, Arief menerima hadiah Rp 250 juta dari Hendarwan.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help