Malang Raya

Kurangi Kepadatan Kampus Utama, Universitas Brawijaya Kembangkan Fasilitas Kampus 2

Saat ini dalam proses pembangunan gedung mata kuliah umum 7 lantai dan sudah ada ruang MKU 5 lantai

Kurangi Kepadatan Kampus Utama, Universitas Brawijaya Kembangkan Fasilitas Kampus 2
SURYAMALANG.COM/Neneng Uswatun Hasanah
Wakil Rektor bidang kerjasama dan perencanaan UB, Dr Ir Moch Sasmito Djati MS membawa masterplan kampus 2 UB di Puncak Dieng, Malang, Jumat (3/11/2017). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Kepadatan yang terjadi di kampus utama Universitas Brawijaya (UB) Malang, menjadi latar belakang perencanaan pengembangan kampus 2 yang berada di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Wakil Rektor bidang kerjasama dan perencanaan, Dr Ir Moch Sasmito Djati MS mengatakan di kampus 2 itu akan disediakan beragam fasilitas penunjang kegiatan kemahasiswaan.

"Awal tahun depan kampus 2 akan memiliki tambahan fasilitas lapangan panahan, lapangan tembak, kolam renang, dan lapangan voli untuk melengkapi fasilitas kemahasiswaan yang sudah ada. Serta desain jalannya bisa digunakan untuk sirkuit lomba mobil dan motor listrik," terangnya pada SURYAMALANG.COM, Jumat (3/11/2017).

Selain itu, mulai 2019 mahasiswa baru UB akan menjalani mata kuliah umum di kampus 2.

"Saat ini dalam proses pembangunan gedung mata kuliah umum 7 lantai dan sudah ada ruang MKU 5 lantai," terang dosen Biologi UB itu.

Semua pembangunan itu adalah untuk mengurangi kepadatan kampus utama yang hanya seluas 60 hektar dan digunakan oleh sekitar 60.000 mahasiswa.

"Lagipula lokasi kampus 2 juga tidak terlalu jauh. Sekarang sudah mulai terasa sedikit berkurang di kampus utama karena mahasiswa kebanyakan melakukan aktivitas di sana yang memang fasilitasnya lebih mendukung," lanjut Sasmito.

Sebelumnya hanya ada Fakultas Kedokteran Hewan dan RS Hewan yang menempati 10 hektar lahan kampus 2.

"Segera juga ada laboratorium mobil listrik untuk Teknik Mesin dan laboratorium Inovasi untuk Fakultas Vokasi," tambah dia.

Kampus 2 UB juga dikonsep tanpa adanya kabel yang bergantungan antar tiang, melainkan diletakkan di bawah tanah.

"Untuk listrik kami menggunakan paduan solar cell dan PLN. Sehingga bisa dikatakan ini akan menjadi kampus mandiri," tutupnya.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved