SuryaMalang/

Nasional

Pengakuan Ayam Kampus dan Ayam Abu-Abu Tentang Ide Awal 'Berjualan', Alasannya Mudah Ditebak

Modus jual beli dalam aktivitas prostitusi pun makin banyak dan beragam jenisnya, begitu juga dengan 'objek dagangannya'.

Pengakuan Ayam Kampus dan Ayam Abu-Abu Tentang Ide Awal 'Berjualan', Alasannya Mudah Ditebak
IST
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Prostitusi berkembang mengikuti laju zaman, tidak terpaku dalam lokasi tertentu.

Agaknya, kemajuan teknologi sanggup 'menolong' para pebisnis di jalur esek-esek ini.

(Baca: Kisah Abadi Nyai Roro Kidul, Wajahnya Begitu Cantik bila Bulan Naik. Bagaimana bila Bulan Turun?)

Modus jual beli dalam aktivitas prostitusi pun makin banyak dan beragam jenisnya, begitu juga dengan 'objek dagangannya'.

Misalnya, praktik prostitusi yang melibatkan sejumlah mahasiswi atau yang biasa disebut ayam kampus.

Fenomena 'ayam kampus' atau prostitusi yang melibatkan kalangan mahasiswi rupanya juga masih eksis di Semarang.

Meski sulit untuk menemui para pelaku bisnis esek-esek ini, pengakuan dari beberapa orang yang berhasil ditemui Tribun Jateng cukup mengejutkan.

Menjadi 'ayam kampus' tentu bukan bagian dari cita-cita Kenanga, mahasiswi universitas swasta di Kota Semarang.

Ia pun segan dan malu jika lingkungan di kampus, atau bahkan keluarga mengetahui dunia hitam yang digelutinya sejak setahun terakhir.

Tak ingin identitas aslinya tersebar, Kenanga menggunakan nama samaran.

Halaman
1234
Editor: eko darmoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help