Surabaya

Kini Warga Pendatang di Surabaya Bisa Dilacak Lewat Aplikasi Sipandu

Bahkan tingkat RT dan RW pun bisa memanfaatkan aplikasi ini. Merekalah yang akan melaporkan keberadaan warga pendatang ini.

Kini Warga Pendatang di Surabaya Bisa Dilacak Lewat Aplikasi Sipandu
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Banyaknya warga pendatang yang tiba-tiba hadir di Surabaya menjadi perhatian serius Kota Surabaya.

Mereka akan mendatangkan masalah sosial jika kehadirannya tanpa ada jaminan pekerjaan. Minimal ada keluarga yang menjamin kehadiran mereka di Surabaya.

Saat ini ada ratusan warga pendatang yang sudah terdeteksi. Namun kini Pemkot Surabaya tak perlu mendata secara manual dengan mendatangi satu per satu "tamu tak diundang" itu. Kini pergerakan mereka cukup dipantau lewat aplikasi Sipandu.

Yakni aplikais berbasis Android yang bisa melacak hingga identitas pendatang itu. Aplikasi Sistem Informasi Pantauan Penduduk (Sipandu) ini diciptakan pascateror bom beberapa waktu lalu.

"Tidak hanya untuk memantau warga yang patut diteliti karena rentetan bom. Seperti dikehendaki Bu Wali (Tri Rismaharini), Sipandu kini juga untuk pendatang di kota ini," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agus Imam Sonhaji, Senin (2/7/2018).

Namun aplikasi khusus untuk mendata data kependudukan itu di peruntukan bagi Pemkot Surabaya dan jajarannya. Sebab perlu login dan password. Mereka yang berhak atas aplikasi khusus itu mulai dari balai kota hingga Kecamatan dan kelurahan.

Bahkan tingkat RT dan RW pun bisa memanfaatkan aplikasi ini. Merekalah yang akan melaporkan keberadaan warga pendatang ini.

"Bedanya kalau Sipandu khusus untuk memantau teroris wajib difoto rumah dan orangnya. Kalau pendatang minimal cukup KTP-nya," kata Agus. 

Data dari KTP ini akan dicocokkan dengan data induk kependudukan. Akan terlacak siapa mereka. Kemudian apakah di Surabaya didukung skill memadai dan jaminan pekerjaan, petugas RT dan RW akan memantau mereka. 

Namun tidak semua staf di Pemkot hingga jajaran paling bawah akrab dengan Sipandu. Sebab menurut Agus belum semua staf ini sudah mendapat sosialiasi dan pembekalan akan penggunaan aplikasi tersebut.

Halaman
12
Tags
Surabaya
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help