Surabaya

Pakai Boneka, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Beri Pendidikan Seks kepada Pelajar

Hal ini dilakukan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui teater dari boneka limbah kain perca yang dimainkan dalam panggung

Pakai Boneka, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Beri Pendidikan Seks kepada Pelajar
SURYAMALANG.COM/Ahmad Zaimul Haq
Nelida (boneka limbah cerdas) karya mahasiswa jurusan keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) sebagai media cerita tentang pendidikan seksual kepada siswa SD untuk menekan kasus pelecehan seksual pada anak pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2018 yang dibiayai Kemenristek Dikti. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pergaulan bebas hingga pelecehan seksual kerap terjadi pada anak-anak. Untuk itu perlu diberikan edukasi perihal seks sejak dini kepada anak-anak.

Hal ini dilakukan mahasiswa Ilmu Kesehatan dan Arsitektur Universitas Muhammadiyah Surabaya melalui teater dari boneka limbah kain perca yang dimainkan dalam panggung kecil dan diberi nama program Boneka Limbah Cerdas (Nelida).

Mereka yaitu Erica Ayu Damayanti (21), Marta Kusuma Putri (21), Juditfa Fauziah (21), Fatma Aula Nursifah (21) dan Salman Alfarizi (21).

Kelima mahasiswa ini memilih siswa  SD Muhammadiyah 9 Surabaya sebagai penerapan proyek yang juga Program Kreatifitas Mahasiswa.

Erica, ketua tim mengungkapkan, SDM 9 Surabaya dipilih karena lokasinya berdekatan dengan tempat pacaran anak-anak muda di Surabaya. Seperti jembatan Surabaya dan Kenjeran, sayangnya hal ini dirasa cukup negatif.

Program Nelida ini merupakan sarana edukasi sebagai upaya untuk mencegah kekerasan dan penyimpangan seksual pada anak SD agar anak-anak tahu apa sih yang boleh disentuh oleh lawan jenis serta perbedaan anatomi tubuh laki-laki dan perempuan

"Anak pacaran di kawasan tersebut terkenal dengan tindakan tidak senonoh, mereka bisa saja pelukan pegangan tangan di tempat umum. Maka anak-anak SD yang terpapar pemandangan seperti ini perlu diedukasi," urainya.

Proyek yang berjalan selama lima bulan ini mereka awali dengan membuat boneka dari kain perca. Boneka dibuat berdasarkan karakter dalam cerita rakyat 'Timun Mas'.

Kemudian lima siswa dan lima guru selama sebulan diedukasi terkait cerita rakyat yang dimodifikasi dengan sex edukasi.

"Kami selipkan cerita tentang bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh agar mereka terhindar dari pelecehan seksual,"urainya.

Halaman
12
Penulis: sulvi sofiana
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help