Madiun

PT INKA Bereskan 7 dari 8 Rangkaian Kereta Api untuk Dukung Asian Games di Palembang

Nilai pengadaan 8 trainset kereta LRT sekitar Rp 380 miliar. Sedangkan untuk prasarana dikerjakan PT Waskita Karya Signal oleh PT LRS.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: yuli
rahadian bagus priambodo
Sejumlah teknisi PT INKA memeriksa sensor pintu kereta api LRT sebelum dikirim ke Palembang. 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Satu rangkaian kereta api jenis Light Rail Transit (LRT) yang dipesan pemerintah melalui PT KAI untuk mendukung kegiatan Asian Games 2019 di Palembang, belum dikirim.

Hingga saat ini, baru tujuh kereta dari delapan pesanan kereta LRT yang sudah dikirim ke Palembang

Sementara itu, satu kereta LRT masih berada di pabrik PT INKA di Kota Madiun. Padahal, sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan pada 30 Juni 2018 seluruh trainset LRT harus sudah tiba di Palembang.

General Manager Corporate Secretary PT INKA, I Ketut Astika mengatakan, satu trainset LRT yang masih berada pabrik PT INKA sudah siap dikirim. Namun, pihak PT INKA masih menunggu konfirmasi terkait kesiapan prasarana di Palembang.

"Sebenarnya begini ya, kami kan juga melihat kesiapan (prasarana) di sana. Di sana juga masih berkembang, artinya perlu dilengkapi, disempurnakan, sarana prasarana, deponya saat ini sudah menampung tujuh trainset. Nah ini kita sambil memastikan di sana, masih ada proses evaluasi, sehingga ketika nanti dikirimkan bisa maksimal," katanya.

Ia belum dapat memastikan kapan LRT terakhir itu akan dikirim ke Palembang.

"Kami sudah koordinasi. Secara fisik sudah selesai, tinggal menunggu dikirim saja,"katanya.

Ketut mengatakan, bila nanti sudah genap delapan kereta LRT tidak seluruhnya akan dioperasikan. Sebagian akam digunakan sebagai cadangan dan akan dioperasikan ketika terjadi emergency.

Saat ini, kata Ketut, masih dilakukan tahap pengujian, dan baru beroperasi delapan kali perjalanan dalam sehari.

"Ini kan belum beroperasi penuh, masih uji coba. Sambil menguji semua fungsi, sistem di airport, ticketing di airport, teknis di perjalanannya, penjual tiketnya bagaimana, setelahnya baru dioperasikan,"katanya.

Untuk diketahui, nilai anggaran pengadaan 8 trainset kereta LRT sekitar Rp 380 miliar. Sedangkan untuk prasarana dikerjakan PT Waskita Karya Signal oleh PT LRS.

LRT Sumsel, tergolong sebagai kereta berteknologi baru di Indonesia. Kereta ini menggunakan motor listrik sebagai penggerak, dilengkapi third rail sebagai sumber daya listrik.

Dalam satu rangkaiannya terdapat tiga kereta dengan susunan dua motor car atau kereta dengan roda penggerak sekaligus menyatu dengan kabin masinis dan satu kereta sebagai trailer car. Sedangkan material carbody (badan kereta) berupa aluminium double skin atau ekstrusi.

Dari sisi kenyamanan, selain dilengkapi AC (air conditioning),  LRT ini memiliki kaca jendela jenis safety glass (tempered) dan dilaminasi anti-UV 60 persen, sehingga mampu mengurangi radiasi sinar matahari langsung.

Kereta dengan kandungan lokal produk mencapai kurang lebih 45 persen ini mampu membawa sekitar 379 penumpang, baik penumpang yang duduk maupun penumpang yang berdiri. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved