Nasional

Densus 88 Tembak Mati Dua Orang yang Diyakini Serang Polisi di Jalan Tol Kanci-Pejagan

Dua yang ditembak mati itu adalah RS yang diyakini anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon dan IA .

Densus 88 Tembak Mati Dua Orang yang Diyakini Serang Polisi di Jalan Tol Kanci-Pejagan
m taufik
ILUSTRASI PENGUBURAN TERORIS. 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap empat penembak dua polisi anggota Patroli Jalan Raya (PJR) di Kilometer 224 Ruas Tol Pejagan-Cirebon, Jawa Barat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, ada tiga tersangka yang terkait langsung dengan penembakan Polantas di tol Cipali yang ditangkap. Dua di antaranya tewas ditembak.

Polisi juga menangkap empat tersangka lain yang terkait dengan kasus ini.

“Senin 3 September 2019 jam 09.30 WIB tadi pagi dilakukan penangkapan terhadap pelaku atas nama IA dan RS, namun pada saat dilaksanakan penangkapan kedua orang tersebut berusaha melawan dengan senjata api jenis revolver hasil rampasan milik anggota Polri,” ujar Setyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Dua yang ditembak mati itu adalah RS yang diyakini anggota kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Cirebon dan IA .

RS adalah menantu Ahmad Surya yang ditangkap Densus 88 di kawasan Perumahan Nasional, Jalan Tampomas D18, Cirebon pada 10 Juli 2018.

Setyo menuturkan, Densus kembali melakukan penangkapan pada Senin siang.

“Jam 11.34 WIB dan 11.59 WIB melakukan penangkapan lanjut terhadap lelaki inisial KA dan MU,” ujar Setyo.

Sementara, pada Minggu (2/9/2018), Densus 88 Polri telah menangkap S, C, dan G. S berada di lokasi bersama IA dan RS.

Sementara C dan G diketahui tidak terlibat dalam penyerangan anggota polantas. Namun, mereka turut membantu secara tidak langsung dengan mengetahui aktivitas para pelaku.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved