Travelling

Kelalaian dan Ombak Besar Jadi Faktor Utama Penyebab Insiden Wisatawan Celaka

selamat ketika berwisata di pantai sangat mudah. Wisatawan cukup mematuhi ketentuan larangan mandi di pantai yang memiliki ombak besar.

Kelalaian dan Ombak Besar Jadi Faktor Utama Penyebab Insiden Wisatawan Celaka
Kompas.com
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Dua mahasiswa Universtas Airlangga (Unair) Surabaya, Nadya Firsya Ramadhani warga Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, dan Excel Genius Darmawan warga Kebonsari Kota Surabaya, hanya tinggal nama setelah terseret ombak di pantai yang berlokasi di Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang dan akhirnya tewas pada, Minggu (16/9/2018).

Cerita memilukan itu berawal dari hari Minggu sekitar jam 10.00 WIB korban Nadya bersama tiga orang temanya mandi di laut dengan menggunakan perahu karet.

Namun tiba-tiba ada ombak besar datang menghantam perahu tersebut.

Karena ombak besar, korban terlepas dari pegangan saksi, Sehingga Nadya terbawa ombak,

Melihat temannya dalam bahaya, Excel berusaha menolong korban dengan menggunakan pelampung, namun ikut tenggelam.

Sekitar jam jam 11.30 WIB korban Nadya di temukan oleh SAR ditengah laut dan korban Excel ditemukan jam 12.00 wib. Para mahasiwa Unair terpaksa harus merelakan dua temannya pulang ke alam barzah.

Sontak kejadian tersebut mengharuskan wisatawan yang berkunjung di kawasan wisata pantai di Malang Selatan harus waspada dan tidak lalai.

Baca: Destinasi Wisata di Malang Selatan yang Sering Memakan Korban, Jika Ingin Selamat Patuhi Ini

Kapolsek Donomulyo AKP Sardikan membenarkan adanya kejadian yang terjadi di Pantai Bantol, ia menganggap faktor kelalaian pengunjung dalam menyikapi imbauan tentang larangan berenang di pantai yang memiliki ombak besar, menjadi faktor utama hilangnya dua nyawa mahasiswa Unair tersebut.

"Insiden tersebut terjadi akibat faktor ombak besar ditambah kelalaian pengunjung yang tidak mengindahkan peraturan," terang  Kapolsek Donomulyo AKP Sardikan ketika dikonfirmasi, Selasa (18/9/2018).

Senada dengan AKP Sardikan, Kasat Polair Polres Malang AKP Dwiko Gunawan juga menyebut pengunjung harus benar-benar mengindahkan imbauan yang terdapat di setiap pantai di spot yang memang berbahaya.

"Sudah berkali-kali kita lakukan himbauan terkait larangan bermain air atau mandi di pantai yang berombak tinggi, di setiap pantai kita sudah pasang namun pengunjung kadang bandel dan tidak mematuhi peraturan," sambung AKP Dwiko Gunawan.

Sejatinya, selamat ketika berwisata di pantai sangat mudah. Wisatawan cukup mematuhi ketentuan larangan mandi di pantai yang memiliki ombak besar. Di setiap pantai di Malang Selatan sudah ada himbauan tersebut.

"Untuk selamat itu mudah, kita sudah berkali-kali menghimbau di setiap pantai di Malang Selatan, ya itu harus dipatuhi untuk keselamatan," pungkas Dwiko.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved