Malang Raya
Creative Lounge Lengkapi Fasilitas di FEB Universitas Brawijaya (UB) Malang
Fasilitas di gedung utama di Fakuktas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya Malang dilengkapi dengan The Gade Creative Lounge
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Fasilitas di gedung utama di Fakuktas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB) Malang dilengkapi dengan The Gade Creative Lounge. Ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Pegadaian Persero.
Dirut PT Pegadaian Persero Sunarso dan Dekan FEB UB, Drs Nurkholis MBuss Ak PhD, meresmikannya, Rabu (19/9/2018) usai memberikan kuliah tamu. Untuk sampai kesana, ada tangga yang dilapisi kayu. Dan di antara tangga ada lampu laiknya ke menuju lounge/kafe. Sedang ruangannya lumayan luas dan terbuka.
Di dalamnya ada alat permainan bola. Di lantainya diberi rumput sintentis. Ada satu komputer untuk mengakses informasi, ada tempat duduk model vintage. Ada juga model tempat duduk tinggi seperti di kafe yang mejanya dilengkapi colokan listrik dengan pemandangan menghadap taman FEB.
"Creative lounge dari Pegadaian untuk FEB ini bukan untuk gaya-gayaan. Namun buat menuangkan kreatifitas. Di sini juga ada pasokan info. Beda dengan suasana di kelas," jelas Nurkholis saat peresmian. Jam operasionalnya sampai pukul 22.00 WIB.
Ia berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan namun jangan sampai larut malam dan tidak boleh berbuat macam-macam. Karena itu dibatasi waktunya. "Kalau kemalaman nanti dicari orangtua," kata dia. Namun jika untuk kreativitas boleh asal berharga.
Sunarso menyatakan baru pertama kali ini membuka di kampus. "Pertama di UB ini," kata dia. Kerjasama antara UB-Pegadaian sudah lama ada. Ini antara lain bagian dari membangun nama baik perusahaan.
"Target saya memberi inspirasi lewat tempat ini. Biasanya, dari kreativitas, berikutnya akan timbul kehendak atau karsa atau mimpi," ungkapnya. Sehingga ruangan tak sekedar jadi tempat nongkrong, tapi bisa jadi tempat melakukan inovasi.
"Inovasi itu harus difasilitasi di mana pun datangnya," kata dia. Ini juga terjadi di perusahaan. Kreativitas dan inovasi dari bawah ke atas. Bukan top down karena hanya menunggu arahan saja jika bergerak. Sehingga malah kontra produktif.
Nasabah Pegadaian ternyata juga banyak para milenial sebanyak 68 persen. Sisanya nasabah generasi lama, 32 persen. "Ada digital service lewat aplikasi, nasabah laki-laki paling banyak yang memanfaatkan. Ada 70 persen," kata dia.
Sedang yang datang ke pegadaian sebanyak 72 persen masih didominasi perempuan. "Ternyata laki-laki malu datang ke pegadaian. Tapi kalau lewat aplikasi, malah banyak laki-lakinya," kata dia.