Pasuruan
Ratusan Siswa SMA/SMK Di Pasuruan Ikuti Pelatihan Menumbuhkan Jiwa Mandiri
Kegiatan tersebut sebenarnya hanya untuk memberikan motivasi ke anak - anak agar memiliki jiwa mandiri
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Ratusan pelajar perwakilan SMA/SMKN se-Kabupaten Pasuruan mengikuti pelatihan kemandirian di Gedung Pertemuan Gradhika Bhakti Praja, Pasuruan, Rabu (27/9/2018) pagi. Mereka mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Pasuruan.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Indah Yudiani mengatakan, kegiatan ini sebenarnya hanya untuk memberikan motivasi ke anak - anak agar memiliki jiwa mandiri. Ia melihat, di perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat, anak - anak di generasi milineal harus di didik untuk mandiri.
"Jangan sampai kemajuan teknologi membuat mereka terjerumus dalam hal - hal negatif. Saya kira, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara maksimal khusus untuk kemandirian anak - anak demi masa depannya," kata Indah kepada SURYAMALANG.COM.
Indah, sapaan akrabnya, menjelaskan, anak - anak zaman sekarang kecenderungan pola pikirnya masih pekerja. Artinya, mereka sekolah dan lulus menjadi pekerja.
"Pelatihan ini diharapkan bisa mengubah sudut pandang pikiran mereka. Jadi, sejak awal kami harapkan anak - anak sudah punya mental mandiri dengan tidak jadi pekerja tapi menjadi pengusaha," terangnya.
Dikatakannya, pelatihan ini diharapkan bisa memberikan ruang untuk anak - anak agar berubah. Makanya, memang sengaja diambilkan motivator muda dan berpengalaman.
"Ini menjadi alternatif. Mungkin anak - anak bisa mendapatkan pengalaman dari motivator ini. Harapannya ya keluar dari forum ini anak - anak bisa lebih mandiri," tambahnya.
Syafii Efendi, trainer dan motivator mengatakan, pemahaman mandiri harus ditanam sejak dini. Kata dia, di era seperti sekarang, sangat jarang sekali anak - anak memikirkan masa depannya.
Ia menyebutkan revolusi mental harus diubah sejak dini. Apalagi anak- anak SMA yang sedang menjadi jati diri. Hari ini, ia ingin memantapkan hati mereka jika mereka bisa jadi pengusaha dan lebih mandiri.
"Sudah saya kasih kunci. Ada tiga, awalnya dipaksa, bisa dan akhirnya terbiasa. Jadi harus dipaksa untuk jadi pengusaha, nanti bisa dan akhirnya teebiasa. Tentunya harus diimbangi dengan usaha dan doa," tutupnya.