Kabar Madiun
Ratusan Petani Kabupaten Madiun Antri Beli Solar Di SPBU, Hujan Belum Optimal Airi Sawah
Petani masih kesulitan mencari air untuk mengairi ladang sawah mereka, padahal saat memasuki masa tanam meski sudah memasuki musim penghujan.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Achmad Amru Muiz
SURYAMALANG.COM, MADIUN - Ratusan petani di Kabupaten Madiun tampak mengantre solar di SPBU 54.631.22, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (28/11/2018).
Meski sudah memasuki musim penghujan, intensitas hujan di wilayah Kabupaten Madiun masih rendah dan belum merata. Hal itu menyebabkan petani kesulitan mencari air untuk mengairi ladang sawah mereka, padahal saat ini sudah memasuki masa tanam.
Seorang petani, Edy Setiawan (42) mengaku, dirinya sudah mengantre sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Sudah dua hari ini ia terpaksa merelakan waktunya mengantri demi mendapatkan solar untuk menyalakan mesin pompa air diesel dan traktor miliknya.
"Tadi sudah antri jam enam pagi, soalnya solarnya datang jam sembilan. Kalau nggak datang pagi, nggak kebagian," kata petani asal Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo saat ditemui di lokasi.
Dia menuturkan, dalam sehari ia membutuhkan 10 liter solar untuk menyalakan tracktor. Sedangkan untuk mengairi setengah hektar lahan, dibutuhkan solar sebanyak 15 liter hingga 20 liter solar.
"Untuk traktor 10 liter/hari, kalau diesel perjamnya satu liter," katanya.
Dia mengatakan, selama curah hujan belum tinggi, maka petani masih membutuhkan solar untuk menyalakan mesin diesel, untuk mengairi sawah.
"Kalau hujan belum penuh ya pakai diesel tiap hari. Ini kan sedang menggarap lahan, jadi harus setiap hari dialiri air, sampai airnya penuh," katanya.
Senada dikatakan Suwardi (46) petani asal Kecamatan Wonoasri. Dia mengatakan, usia bibit padi sudah sekitar 15 hari, sehingga harus segera ditanam.
"Terpaksa antre, ini kan sudah mulai musim tanam, jadi butuh air banyak," katanya.
Seorang petugas SPBU, Ryan Wijanarko mengatakan, antrean petani yang membeli solar di SPBU Klitik sudah terjadi sejak sekitar lima hari lalu. Antran dimulai sejak pagi, dan berakhir sekitar pukul 13.00 ketika solar habis.
"Sudah lima hari ini, mulai pukul 09.00 sampai jam 13.00," katanya.
Pantauan di lokasi, meski antrean tampak mengular, namun aktifitas di SPBU tetap berjalan lancar dan tertib. Seorang petugas berseragam TNI juga tampak berada di lokasi untuk mengawasi.