Kabar Surabaya

VIDEO - Tangis Penyesalan dan Pengakuan Lengkap Dua Pembunuh Homoseksual di Kediri

Koper berwarna hitam tersebut merupakan miliki ibunda Aris Sugianto (23) yang tinggal di Desa Mangunan Kecamatan Udanawu, Blitar.

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemenggalan kepala Budi Hartanto, guru honorer asal Kota Kediri, berdasarkan pertimbangan teknis karena mayatnya tidak muat dimasukkkan koper.

Adapun koper berwarna hitam tersebut merupakan miliki ibu Aris Sugianto (23) yang tinggal di Desa Mangunan Kecamatan Udanawu, Blitar.

Koper tersebut dibawa Aris tanpa sepengetahuan ibunya, hingga belakangan saat kasus tersebut mencuat, Aris beralibi kepada ibunya bahwa koper tersebut dijual dengan alasan untuk tambah modal.

Padahal, kejadian sebenarnya, koper tersebut digunakan Aris untuk mewadahi tubuh Budi Hartanto yang baru saja ia bunuh bersama temannya, Azis Prakoso, warga Kediri.

Ibu Pelaku Mutilasi Ungkap Perilaku Anaknya Menjelang dan Usai Membunuh Guru Honorer dari Kediri

Hubungan Intim Berbayar Penyebab Utama Mutilasi Guru Honorer di Kediri, Sudah 4 Kali Berhubungan

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Leonard Sinambela membenarkan bila koper tersebut didatangkan sesudah pembunuhan terjadi.

"Pembunuhan itu terjadi sebelum ada koper," katanya di Polda Jatim, Senin (15/4/2019).

Usai menghabisi nyawa pasangan sejenisnya itu bersama Aziz Prakoso, Aris memiliki ide untuk membuang mayat Budi ke suatu tempat menggunakan koper.

"Makanya itu dia pulang ambil koper, lalu balik lagi," lanjutnya.

Hingga Aris pulang-pergi mengambil koper di rumahnya itu, ide memenggal kepala korban belum muncul.

Ide itu muncul setelah koper ternyata tak cukup untuk menyimpan mayat Budi. Aris yang mula-mula punya ide untuk memenggal kepala pasangan homoseksualnya itu. 

"Jadi pas ambil koper, kepalanya belum putus," katanya.

Sebelum mayat dimasukkan dalam koper, lanjut Leo, ternyata kedua pelaku membersihkan terlebih dahulu luka-luka di tubuh korban sebelum dimasukkan ke dalam koper. Luhur Pambudi

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved