Sabtu, 11 April 2026

Demontrasi, Mahasiswa Bakar Ban di Depan Gedung DPRD Malang

Para mahasiswa juga sempat membakar ban bekas di pintu masuk gedung tersebut setelah mendapati pintu kantor ini tertutup rapat.

Editor: fatkhulalami

SURYAMalang, KLOJEN - Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Malang mendatangi Gedung DPRD setempat, Sabtu (24/01/2015) sore. Mereka menggelar aksi terkait penangkapan Bambang Widjayanto, Wakil Ketua KPK oleh Polri.

Aksi para mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Peduli Bangsa (AMPB) ini, diawali dengan menggelar orasi di pintu masuk kantor DPRD Kota Malang, Jalan Sultan Agung.

Mereka meneriakan kalimat-kalimat provokatif, seperti 'Tolak Koruptur dalam Pemerintahan', 'Jangan lemahkan KPK', hingga 'Hukum mati para Koruptur'.

Tak hanya itu saja, para mahasiswa ini juga sempat membakar ban bekas di pintu masuk gedung tersebut setelah mendapati pintu kantor ini tertutup rapat.

Polisi lalu bergegas memadamkan api tersebut, namun sempat dihalangi oleh mahasiswa.

Aksi ini pun makin memanas, hingga Hadi Susanto, anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PDI Perjuangan bersedia menemui perwakilan mahasiswa.

Dalam pertemuan tertutup ini, Kordinator Aksi, Ismail Namsyah menyampaikan enam tuntutan mahasiswa, yakni Presiden harus mengambil tindakan untuk mengakhiri perseteruan KPK dan Polri, menuntut Presiden agar tak terintevensi Parpol pendukungnya, menuntut plt Kapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengusut kasus di internal Polri dan KPK, mendesak anggota DPRD Kota Malang bersikap atas kemelut Kapolri, menolak pelemahan lembaga hukum, menolak pembusukan lembaga anti korupsi, dan mendesak DPRD Kota Malang menyampaikan sikap mereka.

Ditemui usai pertemuan ini, Ismail mengatakan anggota dewan bersedia menyampaikan sikap para mahasiswa ini ke DPR RI dan presiden. Surat itu disampaikan paling lambat Selasa depan.

"Beliau juga mendukung sikap kami karena aksi ini tidak dilatar belakangi oleh organisasi, dan jauh dari intervensi lembaga politik," kata dia.

Remaja yang juga menjabat sebagai Presiden BEM Universitas Merdeka Malang ini menambahkan, ada berbagai organisasi mahasiswa lintas kampus yang terlibat dalam aksi. Diantaranya adalah HMI, dan PMKRI.

Aksi mahasiswa berlangsung satu jam. Mereka membubarkan diri setelah memberikan pernyataan sikap mereka pada anggota DPRD Kota Malang.

(Adrianus Adhi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved