Pemkot Malang Dapat Jatah Tuntaskan Shelter Angkot di Arjosari
Dalam urusan pembangunan Terminal Arjosari Kota Malang, Pemkot Malang hanya kebagian jatah menyelesaikan shelter angkutan kota.
SURYA Malang, BLIMBING - Pemerintah Kota Malang akan mendapatkan bagian menyelesaikan pembangunan shelter angkutan kota di Terminal Arjosari Kota Malang.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto, Jumat (30/1/2015).
Kata Handi, anggaran Rp 33 miliar dari pemerintah pusat akan digunakan untuk membangun shelter keberangkatan bus antar kota antar provinsi dan bus antar kota dalam provinsi.
"Kalau Pemkot Malang hanya kebagian membangun shelter untuk angkot," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk shelter angkot, Dishub sudah menyelesaikan detailed engineering design (DED). Sesuai DED, rancangan anggaran biaya pembangunan shelter mencapai Rp 5,5 miliar.
"Sekarang anggarannya belum ada. Kalau tidak di PAK ya dianggarkan di APBD 2016. Yang terpenting shelter untu bus sudah selesai sebelum Lebaran 2015," katanya.
Perlu diketahui, pembangunan Terminal Arjosari dimulai sejak 2011 dan ditargetkan selesai 2014. Anggaran pembangunan terminal dari pemerintah pusat. Awalnya, pemerintah pusat menganggarkan Rp 110 miliar untuk pembangunan terminal.
Pembangunan terminal sempat berhenti karena anggaran dari pemerintah pusat tidak cair. Lalu pemerintah pusat membuat DED baru pembangunan terminal. Berdasarkan DED baru, anggaran pembangunan terminal dipangkas sekitar 50 persen dan tinggal Rp 60 miliar.
Untuk tahap pertama dan kedua, anggaran sudah cair Rp 20 miliar. Pada 2014, anggaran pembangunan cair Rp 7,5 miliar. Pada 2015 ini, pemerintah pusat akan mencairkan lagi anggaran Rp 33 miliar untuk penyelesaian pembangunan terminal.
Pembangunan Terminal Arjosari dipastikan selesai 2015 ini. Kementerian Perhubungan akan mengucurkan anggaran Rp 33 miliar untuk melanjutkan pembangunan Terminal Arjosari.(samsul hadi)