Kesehatan
Enam Anak di Kota Malang Harus Jalani Cuci Darah di Sekolah
Mayoritas dari mereka memilih menjalani cuci darah dengan menggunakan rongga perut atau biasa disebut CAPD.
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Di antara ribuan penderita gagal ginjal yang menjalani perawatan di RSSA Kota Malang, ada juga pasien gagal ginjal dari kelompok umur anak-anak.
Setidaknya ada enam hingga delapan anak usia sekolah dasar (SD) yang tercatat sebagai pasien gagal ginjal di rumah sakit milik pemerintah itu.
( Baca Juga : Ada 8 Anak Gagal Ginjal Dirawat di RSSA Kota Malang )
Dokter Ahli Penyakit Dalam, dr Atma Gunawan Sp PD KGH menyebut, anak-anak pasien gagal ginjal di RSSA tidak semuanya memilih menjalani rutinitas cuci darah dengan menggunakan mesin atau hemodealisis (HD).
Mayoritas dari mereka memilih menjalani cuci darah dengan menggunakan rongga perut atau biasa disebut CAPD (Continouos Ambulatory Peritoneal Dialysis).
"Di sini (RSSA) ada lima sampai enam anak yang menjalani cuci darah secara CAPD, mereka ini membawa cairan ke sekolah. Selain itu ada dua anak yang cuci darah pakai mesin (HD) di rumah sakit," kata Atma, Rabu (11/2/2015).
Menurut Atma, penyebab gagal ginjal pada anak-anak, biasanya karena terjadi infeksi pada ginjal mereka. (Dyan Rekohadi)