RSSA Kota Malang Bangga Pengolahan Limbah yang Sudah Dilakukan
“Tambah pujian dari asesor akreditasi rumah sakit, kan akreditasi kita standartnya internasional,”
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Rumah Sakit Dr Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, merupakan salah satu rumah sakit terbaik di Jawa Timur dengan nilai A. Sebagai rumah sakit terbaik, fasilitas dan sarana pendukung terbaik, salah satunya sistem pengolahan limbah.
Direktur RSUD dr Saiful Anwar, Budi Rahaju mengaku bangga terhadap sistem pengolahan limbah yang ada dan dilakukan rumah sakit terbesar di Malang Raya ini.
“Tambah pujian dari asesor akreditasi rumah sakit, kan akreditasi kita standartnya internasional,” jelas budi Rahayu, Senin (16/3/2015).
Menurut Budi, limbah rumah sakit dibedakan menjadi dua macam, yakni limbah cair dan padat. Pengolahan limbah padat yang termasuk kategori bahan berbahaya dan beracun B3.
Sejumlah limbah B3 diantaranya, yakni limbah klinis, produk farmasi kadaluarsa, peralatan laboratorium terkontaminasi, kemasan produk farmasi, limbah laboratorium.
Limbah B3 dibakar dalam suhu di atas 1.000 derajat celcius dalam alat yang dinamakan incinerator.
Incinerator RSSA memiliki kapasitas, masing-masing 250 dan 400 kilogram. RSSA juga bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit di Malang Raya yang tidak memiliki alat senilai 1,2 milyar ini.
“Setidaknya ada 100 kilogram per hari yang kita terima dari RS di Malang Raya,” terang Budi.
Hasil pembakaran incinerator berupa abu, kemudian disimpan dalam drum
yang ditempatkan di lokasi yang berbeda. Selanjutnya, diambil PT Prasarana Pamunah Limbah Industri untuk dibawa ke Cilengsi.
Sedangkan untuk pengolahan limbah cair, ditempatkan di Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL). IPAL tersebut memanfaatkan bakteri untuk
penjernihan air.
“Di tahap terakhir IPAL, kami mengujinya dalam laboratorium. Juga ada second opinion dari pihak lain, bahkan ada ikan nila yang kami letakkan di bak indicator sebelum di buang ke saluran pembuangan umum. Sehingga kalau airnya tidak layak, pasti ikannya mati,” jelasnya.
(Sulvi Sofiana)