Senin, 13 April 2026

Malang Kota

Gandeng Akademisi di Malang Ikut Kelola Konservasi Perairan Pesisir

"Perbincangan ini melibatkan semua kalangan, khususnya akademisi untuk masukan data di bidang manajemen kelautan,"

Editor: fatkhulalami
okilukito.wordpress.com
Ilustrasi : Peta Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Universitas Brawijaya (UB) dipercaya menjadi tuan rumah diskusi pengelolaan kawasan konservasi perairan pesisir Jawa Timur, Senin (6/4/2015) ini.

Diskusi ini diadakan, karena adanya Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2014 mengenai pengalihan wewenang bidang kelautan kepada pemerintah provinsi.

Awalnya pemerintah provinsi hanya mengelola batas wilayah laut dari 4 mil sampai 12 mil. Namun, dengan adanya peraturan baru, pemerintah provinsi mengelola batas wilayah laut mulai dari 0 sampai 12 mil.

Pertemuan yang digawangi Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) ini merupakan yang ketiga kalinya. Dirjen KP3K menggandeng akademisi, termasuk yang ada di Malang.

Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Agus Dermawan menjelaskan, pertemuan ini membahas pengelolaan kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil di wilayah 0-4 mil pantai utara Jawa.

"Perbincangan ini melibatkan semua kalangan, khususnya akademisi untuk masukan data di bidang manajemen kelautan," jelasnya.

Agus menambahkan, dengan adanya kebijakan baru yang sedang dirumuskan saat ini diharapkan dapat memanfaatkan sumber daya kelautan dengan bijaksana.

"Kami akan mencari titik tengah batas konservasi, agar nelayan hanya menangkap tangkapan yang layak. Bukan 0yang terlalu kecil atau yang sudah siap berkembang biak. Jadi keberadaan tangkapan laut akan selalu ada," jelasnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas brawijaya, Prof Diana Arfiato menjelaskan bahwa sebelumnya menteri perikanan dan kelautan sudah mengadakan pertemuan dengan akademisi di seluruh jawa. Pertemuan tersebut untuk mensosialisasi kepada nelayan bahwa kebijakan baru akan bertujuan agar tangkapan nelayan akan selalu ada.

"Penerapannya melalui sosialisasi penelitian dosen atau mahasiswa yang PKL (Praktik Kualih Lapangan). Seperti menjelaskan agar tidak menangkap kepiting yang bertelur, agar komoditas kepiting di laut terus ada," terang Agus.

(Sulvi Sofiana)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved