Gedangan
Nenek 83 Tahun Hadang dan Gagalkan Penjahat Bersenjata Tajam
Oleh pelaku, nenek Sukemi ditakuti dengan senjata tajam (sajam) slonot. Bentuknya seperti celurit tapi panjang.
Drama pelumpuhan yang dilakukan Imam cukup menarik. Dia menggunakan dua akik berbatu besar di jari tangan kanan dan kiri untuk melawan pelaku.
Pencuri nekat yang bernama Tugimin (48), warga Desa/Kecamatan Gedangan itu dilawan di halaman rumah korban.
"Saya berkelahi, setelah motor yang dikendarai pelaku saya tendang," ujar Imam ketika ditemui SURYAMALANG.COM, Selasa (21/4/2015).
Karena tak membawa apapun, spontan dua akik besar, satu berbatu fosil berwarna cokelat dan akik jambrut persi warna hijau dimanfaatkannya untuk memukul korban.
"Akiknya saya pakai buat nonjokin pelaku. Sekenanya dimana," cerita Imam ketika ditemui di rumahnya.
Karena berkelahi dengan pelaku, akibatnya dua tangannya mengalami bengkak-bengkak.
"Saya hanya membela diri saja. Spontan saja tadi memanfaatkan cincin akik ini," urainya seraya menunjukan cincin akik.
Setelah melumpuhkan korban, ia juga mengalami rasa pusing.
"Perkelahiannya tadi, sampai jatuh bangun antara pak Imam dengan pelaku," cerita Naning Sudarsih (44), istri Imam.
Naning berhasil merampas sajam pelaku.
"Waktu itu pas gampang bisa saya rebut. Saya benar-benar dilindungi Allah. Kalau dipikir-pikir, siapa yang berani melawan pencuri bawa sajam," kenang Naning.
Ia sampai kagum kepiawaian suaminya melawan pelaku.
"Apa suami saya ini pesilat, ya?" candanya. Perkelahian itu terjadi selama 20 menit.
Pelaku yang sudah dilumpuhkan sempat diikat di pagar rumah. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.
Sementara teman kawanan pelaku yang menunggu di ujung jalan dengan mengendarai Vixion kabur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/korban-curi-motor_20150421_192620.jpg)