Sabtu, 11 April 2026

Malang Raya

Kondisi Luka, Tangan Diborgol, Tahanan Kabur dari Puskesmas

Selama dirawat, ia tidak pernah berjalan kaki atau turun dari ranjang. Sehingga untuk BAB atau kencing, dimanfaatkan pispot plastik.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM//Sylvianita Widyawati
Disinilah Tugimin, tersangka curanmor di Kecamatan Gedanga dirawat di puskesmas setempat. Dengan tangan diborgol, ia kabur dari puskesmas yang berjarak 200 meter dari Polsek Gedangan 

SURYAMALANG.COM, GEDANGAN - Polsek Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur kehilangan seorang tahanan. Tugimin (48), kabur saat dirawat di puskesmas setempat.

Warga Desa Gedangan, Kabupaten Malang itu merupakan pelaku curanmor dan kabur dari puskesmas setempat, Jumat (1/5/2015) dini hari.

Informasi yang dilumpulkan SURYAMALANG.COM menyebutkan, Tugimin yang tertangkap pemilik rumah Imam Mahfud (41) karena aksinya berhasil digagalkan pada 21 April 2015 itu kabur dari tahanan polsek.

Tapi ketika informasi itu didalami di lapangan, Tugimin ternyata lari saat dirawat di ruang rawat inap Puskesmas Gedangan, Kabupaten Malang.

Tugimin dirawat, lantaran mengalami banyak luka ketika berusaha mencuri motor trail Kawasaki KLX warna hijau milik korban. Awalnya, Tugimin dibawa ke UGD RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Tapi sekitar seminggu lalu, dia dipindahkan ke ruang rawat inap Puskesmas Gedangan. Lokasi puskesmas berjarak 200 meter dari polsek. Ia ditempatkan di sisi kanan pojok dekat pintu ke toilet yang dibatasi sekat.

Ruang tidurnya memiliki dua jendela. Satu jendela dekat tempat tidur. Satu jendela dekat lemari kecil. Jendela-jendela itu tanpa teralis.

Informasi dari staf Puskesmas Gedangan, posisi kepala Tugimin di utara saat tidur. Tangan kanan diborgol. Sedang tangan kiri tidak. Ia tetap beraktivitas, seperti merokok. Sebab di bawah tempat tidurnya ditemukan tiga putung rokok.

"Lokasinya tidak kita bersihkan. Apa adanya karena mungkin dibutuhkan polisi," ujar staf puskesmas yang tidak mau disebutkan namanya.

Saat Tugimin kabur, yang berjaga hanya tiga perawat perempuan. Sedang polisi yang bertugas, tidak diketahui.

"Saya gak tau karena tidak sedang bertugas," ungkapnya.

Namun biasanya selalu ada polisi yang berjaga setiap shiftnya. Tugimin dirawat disana karena luka-lukanya perlu mendapat perawatan. Diyakini masih ada jahitan yang belum dibuka ketika ia kabur.

Selama dirawat, ia tidak pernah berjalan kaki atau turun dari ranjang. Sehingga untuk BAB (buang air besar) atau kencing, dimanfaatkan pispot plastik. Selama dirawat, ia ditunggui wanita yang mengakui sebagai istrinya.

Tapi saat kabur, tidak ada yang bisa menjelaskan apakah ia masih dijaga anggota keluarganya atau tidak. Kemungkinan ia kabur dengan meloncat dari jendela dekat tempat tidurnya.

Di belakang ada halaman belakang dan tembok setinggi tiga meter. Kemudian di pojok ada tempat sampah. Di belakang dan sebelah puskesmas adalah lahan tebu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved