Blitar
Pakai Rompi Tahanan, 3 Bocah SD Ini Santai Hadapi Unas di Lapas
Tiga anak binaan Lapas Kelas II A anak Blitar, menjalani Unas di dalam Lapas, Senin (18/5/2015).
SURYAMALANG.CIM, BLITAR - Status narapidana (napi) tak membuat pelajar SD ini kehilangan haknya mengikuti ujian nasional (Unas) 2015 ini.
Sedikitnya ada tiga anak binaan Lapas Kelas II A anak Blitar, menjalani Unas di dalam Lapas, Senin (18/5/2015).
Mereka adalah As (12), warga Surabaya, Bk (12), warga Kabupaten Blitar, dan Nd (12), warga Kediri. Ketiga anak itu terkait kasus berbeda. Seperti As, terkait kasus narkoba dan divonis 2 tahun, kini baru dijalani 9 bulan. Sedang Bk terkait kasus asusila dan divonis 2 tahun, kini baru dijalani 8 bulan.
Sementara Nd terkait kasus pembunuhan. Yakni, ia membunuh kakak kandungnya, yang perempuan dan divonis 3 tahun, tiga bulan dan baru dijalani 1 tahun.
Saat menjalani Unas, mereka terlihat santai, meski memakai rompi bertuliskan tahanan Lapas. Mereka menjalani Unas, di ruang aula Lapas, dengan dijaga tiga petugas Lapas.
"Mereka sudah siap meski menjalani Unas di Lapas. Sebelum ujian, mereka sudah disiapkan mentalnya. Termasuk, disuruh sarapan dulu, minum susu dan teh manis pada pukul 07.30 WIB," kata Imam Setya Gunawan, Kalapas, Senin (18/5/2015).
Terkait persiapan materi pelajaran yang diujikan, menurut Imam, sejak sebulan lalu, pihak Lapas mendatangkan guru pembimbing. Selain itu, mereka tak ditempatkan bercampur dengan temannya yang tak ujian. Namun, di tempat di kamar khusus, supaya ketiganya bisa kosentrasi belajar.
"Sebenarnya di Lapas sini, ada 11 anak SD. Namun, yang 8 anak masih kelas 4 SD sehingga belum waktunya ikut ujian. Di Lapas, mereka juga tetap mendapatkan fasilitas sekolah, dengan mendatangkan guru," ujarnya.
(Imam Taufiq)