Blitar
Khofifah Menangis di Hadapan Anak Penghuni Lapas yang Hafal 5 Juz Al Quran
Khofifah menyarankan pada anak-anak, agar banyak berdoa dan salat lima waktu. Menurutnya, jangan lupa setiap habis salat lima waktu.
SURYAMALANG.COM, BLITAR - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memanfatkan kunjungannya ke Kota Blitar untuk singgah ke Lapas Kelas II A Anak, Senin (1/6/2015).
Khofifah mengunjungi Lapas Kelas II A Anak, setelah mendampingi Presiden Joko Widodo membagikan kartu Indonesia sehat.
Saat berkunjung, Khififah sempat meneteskan air mata karena merasa terenyuh melihat para anak-anak tinggal di Lapas.
Begitu tiba di Lapas, Khofifah langsung disambut anak-anak binaan Lapas yang berpakaian apa adanya. Ada yang pakai sarung dan kebanyakan celana pendek.
Bajunya juga demikian, kebanyakan memakai kaos oblong. Mereka dikumpulkan di luar Lapas atau di gazebo, dengan duduk bersila. Begitu juga, Khofifah, ikut-ikutan duduk bersila di lantai, tanpa alas atau tikar.
"Anak-anak ku sekalian, sehat-sehat semua," sapa Khofifah.
Di hadapan anak-anak, Khofifah menanyainya soal masa depannya. Seperti, apakah habis keluar dari Lapas, akan kembali melanjutkan belajar. Sebab, rata-rata mereka hanya berumur belasan tahun, mulai duduk di bangku SD, SMP dan SMA.
"Nggak, bu, habis ini (keluar Lapas), saya langsung kerja," jawab mereka serentak.
Oleh Khofifah langsung disergah. Menurutnya, anak seusia kalian belum boleh kerja karena usianya baru 15 dan 16 tahun.
"Sekolah dulu ya, kalau sudah punya ijasah baru kerja," tuturnya.
Setelah ngobrol, Khofifah kembali menanyai mereka. Siapa yang bisa mengaji dan jadi imam tiap salat? Akhirnya, anak-anak itu menunjuk Mh (16), asal Bangkalan, yang kena kasus pencurian. Ia divonis 3 tahun dan pada Agustus 2015 ini, ia akan bebas. Oleh Khofifah, Mh dites membaca Al Quran, yakni surat Al Fath ayat 1 sampai 5.
Ternyata, ia dengan fasih bisa membacanya. Bahkan, Mh hafal 5 juz Al Quran. Melihat kemampuan Mh, Khofifah langsung meneteskan air mata, menangis karena terenyuh.
"Kamu kok pintar mengaji, apakah pernah belajar di pesantren? Terus habis keluar dari sini, mau sekolah lagi?," tanyanya.
Pertanyaan itu, membuat Mh sulit menjawabnya. Sebab, ia bingung, kalau keluar Lapas Agustus 2015, mau ke mana karena sudah tak punya siapa-siapa. Bapak dan ibunya sudah meninggal dunia.
"Kamu harus melanjutkan belajar ya nak, karena belum lulus SMP. Kalau kamu nggak punya keluarga dan mau belajar atau mengaji di pesantren, ibu akan menaruh kamu di pesantren di Malang (Bahrul Magfiroh). Itu saya jamin, gratis," paparnya.