Selasa, 14 April 2026

Malang Raya

Rahayu, Anak TKW yang Dibunuh di Hongkong Tak Pernah Kenal Ibunya

Gadis berambut sebahu itu tidak banyak mengenal ibu kandungnya. Sebab, sejak usia 7 bulan, Rahayu ditinggal Wiji bekerja ke Hongkong.

Editor: fatkhulalami
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Rahayu Putri (11), putri korban pembunuhan Wiji Astutik di Hongkong bersama foto-foto ibunya. Ia ditinggalkan sejak usia tujuh bulan karena sudah 10 tahun, Kamis (10/6/2015). 

SURYAMALANG.COM, BANTUR - Wiji Astutik, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal kabupaten Malang, Jawa Timur yang tewas dibunuh di Hongkong, memiliki satu orang anak, Rahayu Putri.

Rahayu kini berusia 11 tahun dan duduk di kelas 5 SDN Wonokerto 2 Bantur, Kabupaten Malang di desa tempat tinggalnya.

( Baca Juga : Memilukan, Wiji, TKW Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Emper Toko di Hongkong )

Gadis berambut sebahu itu tidak banyak mengenal ibu kandungnya. Sebab, sejak usia 7 bulan, Rahayu ditinggal Wiji bekerja ke Hongkong.

Sehari-harinya, Rahayu diasuh ayah dan ibu Wiji di Bantur.

"Ayu (panggilan rahayu Putri) kalau ke bapak (ayah Wiji) juga manggil bapak. Ke ibu (neneknya) juga manggil ibu," jelas Sulistyo, kakak Wiji ketika ditemui di rumahnya di Dusun Krajan, RT 4/RW 01, Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Kamis (10/6/2015).

Baca Juga : TKW yang Dibunuh di Hongkong Tak Pernah Pulang ke Malang Sejak 2005 )

Ayu lebih banyak mengenal ibunya dari foto-foto yang dikirim. Komunikasi pernah juga dilakukan, misalkan lewat messanger facebook.

"Waktu itu ibu nanya nomer telepon. Sudah saya jawab, tapi kayaknya gak dibaca ibu," tutur Ayu lirih.

Kabar kematian ibunya yang mengenaskan juga diketahui dengan membaca berita di internet.

"Saya lihat ada fotonya. Ibu tinggal seperti gelandangan," cerita Ayu.

Dari berita online, Wiji diberitakan tinggal di teras terbuka sebuah apartemen. Tempatnya terlihat kumuh dan kotor.

Sulistyo menambahkan, keluarga di Bantur tidak mengetahui kondisi Wiji di Hongkong sebenarnya.

"Dia (Wiji) tidak pernah mengeluh. Berkali-kali memang sudah ingin pulang, tapi tidak pulang-pulang. Alasannya masalah tiket," kata Sulistyo.

Soal kebenarannya, Sulistyo kurang tahu. Begitu juga soal kekasihnya asal Pakistan yang disebut-sebut polisi Hongkong, ia tidak tahu.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved