Kamis, 28 Mei 2026

Blitar

Juragan Toko Ini Bingung Cari Polisi Untuk Buka Borgol di Tangannya

Kasihan betul korban perampokan satu ini. Harta amblas, tubuh babak belur, ke kantor polisi pun susah payah karena tangan diborgol perampok...

Tayang:
Editor: Aji Bramastra
surya/imam taufiq
Suratmin, mengobati luka di wajah istrinya. 

"Mendadak, saya terbangun karena kaget. Tubuh saya, ditindih orang. Saat saya akan melawan, mereka langsung menyabetkan parang, sambil ngomong, jangan berteriak apalagi melawan kalau tak ingi kami habisi. Itu sekalian parangnya sudah di depan mulut saya," tuturnya.

Selanjutnya, korban dibawa ke ruang tengah, tempat istrinya tertidur. Di ruang itu, Suratman diborgol kedua tangannya, sedang istrinya hanya diikat tali rafia kedua tangannya.

Mereka disuruh duduk di kursi sofa, dengan dijaga dua pelaku, yang menenteng parang. Namun, wajah keduanya tak bisa dikenali karena memakai cadar.

"Saya bisa melihat pelakunya karena lampu di ruangan tak dimatikan. Cuma, nggak bisa mengenali wajahnya karena ditutup cadar," ujarnya.

Di saat kedua korban disekap di ruang tengah itu, dua pelaku lainnya mengobrak-abrik isi rumah. Akhirnya, mereka menemukan perhiasaan emas di kamar korban.

Giliran mencari uang dan tak menemukannya, mereka mengamuk. Istri korban digelandang dan dipukuli kepalanya dengan linggis kecil (kubut), untuk dipaksa menunjukkan uangnya.

"Sebab, saya bilang nggak punya uang sehingga mereka marah dan memukuli saya dengan linggis kecil," paparnya.

Karena kesakitan, Paini tak tahan dan menunjukkan tempat disembunyikan uangnya Rp 70 juta, di bawah kasur kamar tidurnya. Setelah mendapatkan harta benda korban, pelaku kabur.

Sebelum meninggalkan rumah, pelaku sempat minta izin ke korban, kalau akan membawa satu mobilnya. "Mobil mu tak bawa satu," ujar salah satu pelaku dengan logat khas Blitaran.

Namun, ternyata tak jadi karena ketiga mobil korban, Kijang Innova, Kijang kapsul, pik up, masih ada di garasinya.

Mereka keluar dari rumah dengan melalui jalan semula, yang dipakai masuk.

Selanjutnya, mereka melompat pagar tembok belakang rumah korban setinggi 4 meter.

Caranya, mereka naik turun pagar tembok itu dengan memanjat pohon rambutan, yang ada di pekarangan tetangganya. Selanjutnya, mereka kabur dengan menyusuri jalan pematangan persawahan.

Itu tembus ke jalan raya jurusan Malang-Blitar, yang hanya berjarak 100 meter dari rumah korban.

"Mereka masuk ke rumah saya, dengan mencongkel pintu dapur. Kami sendiri heran, mereka sepertinya sangat paham betul dengan seluk beluk rumah saya," ungkapnya.

AKP Sudarto, Kapolsek Garum, mengatakan, pihaknya masih melakukan olah TKP. Sementara petugas masih sedang memburunya.

"Dugaan kami, pelakunya sudah mempelajari kondisi rumah korban karena beraksi dengan mudah. Termasuk, kok tahu korban sedang menyimpan uang sebanyak itu," paparnya.

( Imam Taufiq )

Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved