Malang Raya
Kemenlu: Motif Pembunuhan Wiji Astutik Belum Jelas
Kemenlu RI terus memantau proses penyidikan kasus pembunuhan Wiji Astutik di Hongkong, namun hingga kini belum jelas motif pembunuhan ibu satu anak it
SURYAMALANG.COM | BANTUR - Kemenlu RI belum tahu motif pembunuhan Wiji Astutik, TKW asal Bantur Kabupaten Malang di Hongkong.
"Yang jelas, si pembunuh adalah pacara Wiji yang asal Pakistan. Soal motif pembunuhan, kita tunggu proses penyidikan otoritas di sana (Hongkong) saja," kata Devi Melissa Silalahi, staf fungsional diplomat Kemenlu RI kepada SURYAMALANG.COM, Rabu dini hari (24/6).
Sejak Selasa (23/6/2015) malam, Devi mengantar jenazah Wiji ke rumah duka di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. "Perwakilan kita di Hongkong akan terus memantau proses penyidikan dan persidangan kasus Mbak Wiji," kata Devi.
Wiji ditemukan tewas di teras sebuah gedung dalam kondisi terbungkus kasur pada 8 Juni 2015. Tersangka pembunuhnya ditangkap tiga hari kemudian, 11 Juni 2015.
Dalam kasus ini Wahaz (30), pacar Wiji (34), ditangkap bersama seorang pemuda warga India yang berperan membantu upaya kabur Wahaz.
Dalam pemeriksaan sementara Wahaz mengaku hanya menampar dan menendang Wiji. Padahal dalam pemeriksaan, terdapat luka tusuk di tubuh Wiji.
Menurut Agustaf Ilyas, staf KJRI Hongkong yang menyertai Devi, sidang akan digelar pada 4 September 2015. (Sylvianita Widyawati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wiji-astutik_20150624_102021.jpg)